Senin, 2 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Honda Minta Kepastian Insentif Mobil Hybrid, Penting untuk Investasi Jangka Panjang

Honda Minta Kepastian Insentif Mobil Hybrid, Penting untuk Investasi Jangka
Honda Minta Kepastian Insentif Mobil Hybrid, Penting untuk Investasi Jangka Panjang. (Ilustrasi: AI)

TANGERANG — Honda menilai kepastian insentif mobil hybrid penting untuk merencanakan investasi dan pengembangan model baru dalam jangka panjang. Pemerintah masih membahas dukungan bagi kendaraan elektrifikasi, termasuk hybrid, PHEV, dan REEV.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan insentif dapat membantu membuat harga kendaraan lebih bersaing dan memberi konsumen lebih banyak pilihan. Ia menyampaikan pandangan itu di Alam Sutera, Tangerang, Kamis (29/10).

Menurut Billy, kebijakan yang konsisten juga berpengaruh pada keputusan investasi industri. Pengembangan model baru memerlukan perencanaan yang berkesinambungan, sehingga kepastian aturan menjadi perhatian Honda.

Mengapa insentif mobil hybrid penting bagi Honda?

Honda memandang insentif dapat mendukung permintaan kendaraan beremisi rendah sekaligus menjaga aktivitas industri komponen. Mobil hybrid, PHEV, dan REEV masih menggunakan komponen mesin pembakaran internal atau ICE, sehingga produksinya turut berkaitan dengan rantai pasok otomotif yang sudah berjalan.

“Fiskal kami masih diskusi dan belum bisa dibicarakan, tapi yang pasti perlu konsistensi kebijakan jangka panjang. Pengembangan model baru, investasi, itu perlu perencanaan jangka panjang yang berkesinambungan. Jadi kalau itu dijalankan, sebaiknya ada kepastian dan konsistensi dari kebijakan jangka panjang,” kata Billy.

Ia belum mengungkap bentuk dukungan fiskal yang tengah dibicarakan. Namun, Billy menyatakan insentif nonfiskal tetap dapat membantu industri, selama kebijakannya memberi kepastian untuk perencanaan bisnis.

Dampaknya tidak berhenti pada harga kendaraan di ruang pamer. Jika insentif mendorong pilihan kendaraan berefisiensi tinggi dan produksi meningkat, perusahaan komponen yang memasok bagian mesin pembakaran internal juga berpeluang mendapat manfaat dari aktivitas industri. Bagi konsumen, harga yang lebih bersaing dapat memperluas pilihan di antara kendaraan elektrifikasi.

Skema dukungan masih dibahas pemerintah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah membahas usulan insentif untuk mobil hybrid, PHEV, dan REEV. Skema bagi kendaraan tersebut direncanakan berbeda dari dukungan untuk kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan besaran insentif yang diusulkan masih akan diperjelas. Ia menyebut usulan itu akan diajukan tahun ini, sementara industri tidak meminta dukungan dengan besaran yang sama seperti untuk BEV.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair