Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Analisis Saham AMRT: Melemah 1.64%, RSI Jenuh Jual

Logo Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) — ilustrasi JournalArta
Logo Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) — ilustrasi JournalArta

Mengapa AMRT dibahas hari ini

  • Ditutup di level terendah 20 hari (900,00)
  • Dekat dasar 3 bulan (900,00)
  • RSI(14) 22,6 — zona jenuh jual (oversold)
  • Tren turun berlanjut (5 hari -13,88%)

Dipilih otomatis dari 98 saham IDX (Indonesia) berdasarkan skor sinyal teknikal dengan pengacakan berbobot harian — bukan rekomendasi.

Penurunan AMRT hingga Rp900 pada Senin, 2 November 2026 menempatkan saham Alfamart di dasar rentang perdagangan terkini, sehingga pemegang saham menghadapi tekanan harga sementara calon pembeli berhadapan dengan risiko volatilitas yang tinggi. Saham ditutup turun 1,64% dalam sehari dan telah melemah 13,88% dalam lima hari; meski RSI menunjukkan kondisi jenuh jual dan OBV naik, sinyal itu belum cukup mengonfirmasi pembalikan tren.

Tren turun menekan struktur harga

Grafik aksi harga AMRT
Grafik aksi harga AMRT 3 bulan: harga, SMA20/50, Bollinger, support & resistance. Data: bursa via Yahoo Finance.

Harga AMRT berada jauh di bawah SMA20 sebesar Rp1.105 dan SMA50 sebesar Rp1.230,50. SMA20 sendiri turun 6,87% dalam lima hari, menandakan tekanan tidak hanya tercermin pada harga terakhir, tetapi juga merambat ke rata-rata pergerakan jangka pendek. Belum ada persilangan MA baru, sehingga belum muncul sinyal perubahan struktur tren dari indikator tersebut.

Pelemahan sebulan mencapai 28,57%. Harga kini berada di level support 20 hari sekaligus low tiga bulan, yakni Rp900, sementara high tiga bulannya Rp1.455. Posisi di dasar rentang membuat level Rp900 penting: bila bertahan, area itu dapat menjadi pijakan pemantulan; bila ditembus, struktur teknikal akan semakin rapuh.

Seperti terlihat pada grafik, harga juga berada dekat batas bawah Bollinger, tetapi pita yang melebar menunjukkan pergerakan masih berlangsung dalam kondisi volatil.

[ GRAFIK-HARGA ]

Jenuh jual belum berarti berbalik

RSI(14) berada di 22,6 dan Stochastic mencatat %K 0,0 serta %D 4,1. Keduanya berada di zona oversold, yang berarti tekanan jual telah membawa harga ke wilayah ekstrem menurut indikator momentum. Namun, kondisi jenuh jual bukan sinyal pembalikan dengan sendirinya: harga dapat bertahan rendah selama tren turun belum menunjukkan tanda pemulihan.

MACD masih negatif, di -88,782 dibandingkan garis sinyal -71,711, dengan histogram -17,070. Posisi ini mengonfirmasi momentum penurunan, sehingga pembacaan oversold berhadapan dengan sinyal tren yang masih lemah. Untuk memperkuat dugaan pemulihan, diperlukan perubahan momentum, bukan hanya RSI atau Stochastic yang sudah berada di level rendah.

[ GRAFIK-MOMENTUM ]

Volatilitas tinggi, konfirmasi volume belum kuat

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair