Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Tertekan Jual Asing, Analis Pasang Target Berbeda

IHSG melemah dibayangi aksi jual asing di pasar saham Indonesia
Pergerakan IHSG dipengaruhi aksi jual asing, nilai tukar rupiah, dan sentimen global. (Ilustrasi: AI)

Fundamental domestik jadi penopang

Di tengah tekanan pasar, sejumlah indikator domestik masih memberi dukungan. Inflasi per Oktober melandai ke level 3,23 persen secara tahunan, sementara neraca perdagangan per September mencatat surplus USD 3,36 miliar.

Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur juga berada di area ekspansif. Angkanya naik menjadi 54,0 pada Oktober dari sebelumnya 52,4.

Namun, fundamental ekonomi dan kepercayaan terhadap pasar saham bukan persoalan yang sama. Dalam konteks aksi jual asing, investor domestik tetap perlu mencermati faktor pasar modal yang disebut Nafan, termasuk reformasi dan evaluasi MSCI, bukan hanya indikator ekonomi.

Catatan pembanding mengenai arus dana asing menyebut jual bersih Rp 4,2 triliun dalam sepekan dan akumulasi sekitar Rp 127 triliun sepanjang tahun berjalan. Angka tersebut memberi konteks tentang kuatnya perhatian terhadap arus modal, tetapi bukan angka yang disampaikan Nafan dalam proyeksi perdagangan Selasa.

Perbedaan itu penting dibaca dengan cermat. Proyeksi indeks untuk satu sesi tidak sama dengan ukuran arus dana dalam rentang waktu yang lebih panjang; keduanya menggambarkan aspek pasar yang berbeda.

Saham pilihan sekuritas untuk perdagangan Selasa

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memasukkan BUMI, DEWA, dan MDKA dalam daftar saham rekomendasinya untuk Selasa (3/11). MNC Sekuritas merekomendasikan BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO.

MNC Sekuritas menyusun dua kemungkinan arah berdasarkan analisis gelombang. Pada skenario yang membuka peluang penguatan, IHSG dinilai dapat menuju 5.456–5.564; dalam skenario koreksi, indeks berpotensi bergerak ke 4.763-4.845.

Daftar saham dan proyeksi tersebut merupakan pandangan sekuritas, bukan kepastian hasil perdagangan. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor dan berita ini bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi.

Nafan menegaskan tekanan pasar masih berkaitan dengan arus jual asing dan nilai tukar. “Tekanan terhadap IHSG masih cukup besar karena konsistensi net sell asing secara harian. Selain itu, pelemahan rupiah yang berada di kisaran Rp 18.156 per dolar AS turut menjadi tantangan karena dapat meningkatkan persepsi risiko investasi di pasar domestik,” jelasnya.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair