Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Iliana Yotova Menangi Pilpres Bulgaria, Raih 57,6 Persen Suara

Iliana Yotova Menangi Pilpres Bulgaria, Raih 57,6 Persen Suara
Iliana Yotova Menangi Pilpres Bulgaria, Raih 57,6 Persen Suara

SOFIA — Iliana Yotova memenangkan Pilpres Bulgaria dengan 57,6 persen suara setelah penghitungan putaran kedua rampung pada Senin (2/11/2026). Kemenangan itu menjadikannya perempuan pertama yang terpilih sebagai presiden Bulgaria.

Komisi Pemilihan Umum Pusat Bulgaria mencatat kandidat oposisi liberal pro-Barat, Andrey Gyurov, memperoleh 39,5 persen suara. Yotova, yang sebelumnya menjabat sebagai penjabat presiden, kini memperoleh mandat langsung dari pemilih untuk memimpin negara Balkan tersebut.

Hasil ini menjaga jabatan presiden di tangan kelompok politik yang berkuasa. Dampaknya melampaui pergantian kepala negara: pengamat memperingatkan pemusatan kekuasaan dapat melemahkan fungsi saling mengawasi antarlembaga saat keputusan negara dibuat.

Iliana Yotova menang dengan janji membangun konsensus

Yotova menyatakan akan berupaya menjembatani perpecahan politik melalui dialog. Seusai memberikan suara, ia menggambarkan arah kepemimpinannya sebagai upaya membangun lembaga yang bekerja untuk rakyat dan mempertahankan kebijakan luar negeri Bulgaria sendiri.

“Saya memilih konsensus nasional melalui dialog, lembaga-lembaga yang bekerja untuk kepentingan rakyat, serta negara yang kuat dengan kebijakan luar negerinya sendiri di tengah Eropa yang kuat,” kata Iliana.

Gyurov menerima hasil pemilihan. Ia menyebut kemenangan lawannya sebagai pilihan warga Bulgaria dan mengatakan hasil pemungutan suara harus diterima.

Singkatnya, mandatnya jelas.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen turut menyampaikan selamat kepada Yotova. Ia berharap kerja sama berlanjut dalam keamanan dan pertahanan, daya saing, serta kemandirian energi. Von der Leyen menulis, “Demi Bulgaria yang kuat di tengah Eropa yang kuat,” dalam unggahannya di platform X.

Apa dampak kemenangan Yotova bagi arah Bulgaria?

Kemenangan Yotova menjadi ujian besar pertama bagi Partai Bulgaria Progresif pimpinan Perdana Menteri Rumen Radev, yang mendukung pencalonannya. Partai itu memenangkan 131 dari 240 kursi dalam pemilihan parlemen pada April dan mengamankan mayoritas mutlak.

Para pengamat menilai hasil pilpres membuat kelompok mayoritas tetap menguasai jabatan presiden. Situasi itu dapat mengurangi ruang pengawasan antarlembaga, meskipun presiden Bulgaria tidak memegang kekuasaan eksekutif dan kebijakan utama tetap memerlukan persetujuan parlemen.

Jabatan tersebut tetap memiliki pengaruh politik. Presiden memimpin angkatan bersenjata, dapat memveto rancangan undang-undang, menandatangani perjanjian internasional, serta menunjuk duta besar. Mandat yang diperoleh langsung dari rakyat juga memberi kepala negara legitimasi politik lebih kuat.

Bagi masyarakat dan mitra luar negeri Bulgaria, arah kebijakan Yotova menjadi penting karena negara itu berada di antara orientasi pro-Eropa dan sentimen pro-Rusia yang masih kuat. Perbedaan sikap tersebut berakar pada hubungan sejarah dan budaya dengan Rusia, lalu semakin terasa setelah Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Kebijakan Ukraina dan Rusia menjadi perhatian

Yotova dan Radev sama-sama menyerukan penyelesaian perang di Ukraina melalui diplomasi. Namun, keduanya belum memberikan jawaban tegas mengenai kemungkinan keterlibatan Rusia dalam serangan drone di kawasan Laut Hitam.

Yotova menolak tambahan bantuan militer Bulgaria untuk Ukraina. Ia berulang kali menyatakan konflik itu tidak dapat diakhiri lewat jalur militer dan mendorong pembentukan “koalisi perdamaian” yang berfokus pada diplomasi.

Ia diperkirakan melanjutkan pendekatan Radev: menjaga orientasi pro-Eropa Bulgaria sembari mendorong perbaikan hubungan dengan Rusia dan pencabutan sanksi terhadap negara itu. Sikap tersebut akan diuji dalam praktik kebijakan luar negeri, terutama karena parlemen secara umum mendukung orientasi pro-Barat.

Yotova, 62 tahun, mengambil alih jabatan presiden pada Januari setelah Radev mundur untuk maju dalam pemilihan parlemen. Kali ini, ia berusaha memperoleh dukungan langsung pemilih dan memenangkan pilpres bersama calon wakil presiden Kiril Valchev, pengacara serta jurnalis berusia 53 tahun yang memimpin kantor berita resmi Bulgaria sejak 2021.

Karier Yotova bermula sebagai jurnalis televisi pada 1990-an. Ia kemudian menjadi anggota parlemen Bulgaria dan anggota Parlemen Eropa melalui Partai Sosialis, sebelum terpilih sebagai wakil presiden mendampingi Radev pada 2016 dan 2021.

Bulgaria bergabung dengan NATO pada 2004 dan Uni Eropa pada 2007. Kini, hasil pemilihan memberi Yotova mandat presiden dengan dukungan 57,6 persen suara.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →