Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Penikaman ASN Ilaga: Polisi Telusuri Dugaan Balas Dendam

Penikaman ASN Ilaga
Penikaman ASN Ilaga

ILAGA — Penikaman ASN Ilaga berinisial MM di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Minggu sore, 1 November 2026, membuat polisi menyelidiki dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Polisi menduga lima orang terlibat, sementara motif dan identitas mereka masih didalami.

Serangan terjadi sekitar pukul 16.00 WIT di depan Bengkel Mandiri Utama, Kompleks Pasar Kago, Kampung Ulumuni. MM, 44 tahun, sedang duduk di atas sepeda motornya saat pelaku menyerang dari belakang menggunakan pisau.

Korban mendapat perawatan di Ilaga sebelum dievakuasi ke Timika karena keterbatasan fasilitas medis. Ia masih sadar, tetapi pisau yang diduga dipakai menyerang masih tertancap di tubuhnya dan belum dapat dilepas sebelum tindakan medis.

Bagaimana penikaman ASN Ilaga terjadi?

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada lima orang yang diduga terlibat. Tiga orang diduga mengawasi keadaan, sedangkan dua lainnya melakukan penikaman.

“Secara tiba-tiba, korban diduga diserang dari arah belakang menggunakan senjata tajam berupa pisau yang ditusukkan pada bagian leher hingga menembus ke bagian depan,” kata Yusuf dalam keterangannya, Senin, 2 November 2026.

Para pelaku kemudian melarikan diri ke arah Kampung Ulumuni. MM berteriak meminta pertolongan, lalu warga sekitar membantu mengevakuasinya ke RSUD Ilaga.

Karena fasilitas medis di Ilaga terbatas, korban dipindahkan ke RSUD Timika pada Senin, 2 November 2026. Tim medis memasang bidai untuk membatasi pergerakan yang berisiko memperparah luka. Korban direncanakan dirujuk ke Makassar menggunakan pesawat agar mendapat penanganan lanjutan.

Polisi selidiki dugaan motif balas dendam

Yusuf menyebut polisi juga mendalami kemungkinan penikaman berkaitan dengan penangkapan seorang anggota KKB yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang. Dugaan itu belum dipastikan sebagai motif serangan.

“Terdapat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk balas dendam atas penangkapan salah satu DPO dari kelompok mereka yang berhasil diamankan beberapa waktu lalu. Namun, motif dan keterkaitan tersebut masih kami dalami,” ujar Yusuf.

Dugaan motif itu penting bagi warga setempat karena penyidik masih menelusuri siapa yang merencanakan dan menjalankan serangan, serta apakah ada kaitan dengan penangkapan tersebut. Kepolisian belum mengumumkan identitas para terduga pelaku.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Puncak menyisir area sekitar lokasi dan meminta keterangan saksi. Petugas mencatat barang milik korban sebagai barang bukti, termasuk jaket dan celana jeans biru navy serta baju hitam.

Polisi juga mengidentifikasi pisau bergagang kayu cokelat dengan panjang sekitar 40 sentimeter yang diduga digunakan dalam penyerangan. Senjata itu masih menancap di tubuh korban sehingga belum dapat diamankan dan harus menunggu penanganan medis.

“Pisau tersebut masih tertancap di tubuh korban dan belum dapat diamankan karena harus menunggu tindakan medis,” kata Yusuf. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri dugaan keterlibatan para pelaku.

Langkah berikutnya bergantung pada pemeriksaan saksi dan kondisi korban setelah mendapat perawatan. Polisi juga masih menelusuri dugaan hubungan serangan di Ilaga dengan penangkapan anggota KKB yang disebut Yusuf.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →