Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

PMI Manufaktur RI Tembus 54,0, Permintaan Ekspor Melesat

PMI manufaktur Indonesia menguat saat produksi dan ekspor meningkat
Aktivitas manufaktur menguat pada Oktober seiring pertumbuhan pesanan baru dan ekspor. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — PMI manufaktur Indonesia mencapai 54,0 pada Oktober 2026, saat aktivitas pesanan baru dan produksi menguat menjelang pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal III pada 5 November.

Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) itu naik dari 52,4 pada September. Angka di atas 50 menunjukkan manufaktur masih berada di fase ekspansi, dan capaian Oktober menjadi penguatan terkuat dalam lebih dari dua tahun.

Perbaikan ini datang bersama surplus perdagangan dan inflasi yang masih berada dalam sasaran nasional. Namun, indikator-indikator tersebut belum menunjukkan berapa besar pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III.

Apa yang mendorong PMI manufaktur ke 54,0?

Permintaan baru menjadi penopang utama. Laju pertumbuhannya tercatat paling cepat dalam lima tahun terakhir, sementara pesanan ekspor baru mencapai rekor tertinggi sejak survei dimulai pada April 2011.

Pesanan yang bertambah mendorong produksi tumbuh paling kuat sejak Maret 2024. Sejumlah pelaku industri juga meningkatkan pembelian bahan baku dan menambah persediaan untuk memenuhi kebutuhan produksi.

PMI mencatat ekspansi selama dua bulan berturut-turut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan manufaktur menjadi sinyal ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Fondasi perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).

Optimisme dunia usaha terhadap prospek manufaktur dalam 12 bulan mendatang juga masih terjaga. Bagi industri, gabungan permintaan domestik dan luar negeri yang meningkat memberi ruang untuk menjaga produksi dan menyiapkan pasokan. Dampaknya bergantung pada kemampuan perusahaan memenuhi pesanan tanpa terganggu ketersediaan bahan baku maupun distribusi.

Surplus perdagangan berlanjut, ekspor tumbuh

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus US$3,36 miliar pada September 2026. Surplus itu berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.

Nilai ekspor mencapai US$27,59 miliar, naik 3,68% secara bulanan dan 11,87% secara tahunan. Kenaikan harga sejumlah komoditas, termasuk batu bara, gas alam, minyak kelapa sawit, karet alam, bijih besi, dan tembaga, ikut mendorong ekspor.

Pemerintah menilai peluang pasar masih terbuka melalui hilirisasi dan perbaikan kondisi ekonomi negara mitra dagang utama. Sebanyak 25 perjanjian perdagangan internasional telah diimplementasikan, sedangkan 13 perjanjian lainnya masih dalam perundingan.

Indonesia juga akan segera memberlakukan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan itu diharapkan memperluas akses produk nasional ke pasar Uni Eropa.

Nilai impor September tercatat US$24,23 miliar. Impor barang baku dan penolong tumbuh 3,12% secara bulanan serta 24,65% secara tahunan. Impor barang modal naik 12,14% secara bulanan dan 1,25% secara tahunan.

Kenaikan impor bahan baku, barang penolong, dan barang modal mencerminkan kebutuhan input, mesin, serta peralatan untuk mendukung kegiatan industri. Angka tersebut memberi konteks penting bagi penguatan produksi: kapasitas industri juga ditopang oleh ketersediaan barang yang diperlukan untuk membuat produk.

Sebaliknya, impor migas turun 7,35% secara bulanan menjadi US$3,27 miliar. Pemerintah mengaitkan penurunan itu dengan langkah menjaga ketahanan energi, termasuk pelaksanaan mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026.

Inflasi masih dalam sasaran, pangan perlu diwaspadai

Inflasi Indonesia pada Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan. Angka itu masih berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5% plus minus 1%.

Inflasi inti melandai menjadi 2,56% secara tahunan, sedangkan inflasi harga yang diatur pemerintah tercatat 3,24%. Namun, inflasi pangan bergejolak meningkat menjadi 5,81% secara tahunan.

Tekanan harga pangan terutama datang dari cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Pemerintah mengaitkan kenaikan harga hortikultura dengan penurunan produksi seiring fenomena El Niño yang memperpanjang musim kemarau.

Risiko ini terasa langsung pada rumah tangga melalui harga bahan pangan, sekaligus menjadi perhatian bagi kelancaran pasokan. Pemerintah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi gangguan produksi dan distribusi menjelang Natal dan Tahun Baru, termasuk pengelolaan air serta jaringan irigasi, pengaturan pola tanam, pemanfaatan lahan produktif, dan penguatan sistem peringatan dini.

Koordinasi distribusi antardaerah juga akan diperkuat melalui optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), disertai pemantauan harga dan ketersediaan pangan. Upaya ini ditujukan untuk membantu menjaga pasokan ketika produksi hortikultura menghadapi tekanan.

Airlangga mengatakan pemerintah akan melanjutkan instrumen pembiayaan dan insentif untuk mendukung produksi serta investasi. Program yang disebut mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Alsintan, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan Kredit Program Perumahan.

Pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program magang dan pelatihan vokasi sesuai kebutuhan industri. Airlangga menyatakan pengendalian inflasi diperlukan agar daya beli masyarakat terjaga dan dunia usaha memiliki kepastian dalam menjalankan kegiatan.

Rangkaian indikator tersebut menjadi gambaran kondisi ekonomi sebelum rilis PDB kuartal III pada 5 November. PMI yang menguat, ekspor yang tumbuh, dan inflasi yang masih dalam sasaran memberi konteks, tetapi angka pertumbuhan ekonomi resmi tetap menjadi data yang ditunggu.

Penguatan permintaan ekspor baru pada Oktober tercatat sebagai yang tertinggi sejak survei dimulai pada April 2011.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair