JAKARTA — Mutasi Polda Metro Jaya menempatkan AKBP Netty Rosdiana Siagian sebagai perwira menengah di Direktorat Reserse Kriminal Umum, meski ia telah mengajukan pengunduran diri dari Polri. Penempatan itu dilakukan dalam rangka memasuki masa pensiun.
Bagi Netty, perubahan status tersebut tidak mengakhiri rencana pengabdiannya kepada masyarakat. Ia ingin melanjutkan kiprah melalui kegiatan sosial dan dunia akademik, setelah permohonan pengunduran dirinya resmi terhitung sejak 1 September 2026.
Mutasi Polda Metro dan pengajuan pengunduran diri
Netty sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dalam penempatan terbaru, ia menjadi perwira menengah di direktorat yang sama sebagai bagian dari proses memasuki masa pensiun.
Ia mengatakan permohonan pengunduran diri sudah diajukan pada Agustus 2026. Suratnya masuk pada 20 Agustus, sedangkan tanggal resmi pengunduran diri ditetapkan mulai 1 September.
“Sudah bulan Agustus kemarin sudah masuk sebenarnya. Ya kan, udah masuk. Tetapi ya memang terhitungnya itu terhitung udah masuk, tapi terhitungnya itu 1 September supaya genap itunya, satunya, tanggal satunya sebenarnya sih. Kalau masuknya udah masuk Agustus, tanggal 20,” kata Netty, Senin (2/11/26).
Netty menjelaskan, ia memilih waktu tersebut agar masih dapat mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus dan menuntaskan agenda lain. Pengajuan itu sebelumnya ramai dibicarakan di media sosial, lalu ia memberikan penjelasan langsung mengenai waktu dan prosesnya.
Mutasi mencakup 198 personel
Perubahan jabatan Netty masuk dalam rangkaian mutasi dan rotasi personel Polda Metro Jaya. Surat telegram tertanggal 3 November 2026 mencakup 198 perwira menengah dan perwira pertama di lingkungan Polda Metro Jaya serta polres jajaran.
Surat Telegram Kapolda Metro Jaya Nomor ST/1071/XI/KEP./2026 itu ditandatangani Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Nugroho atas nama Kapolda. Perpindahan jabatan menjangkau sejumlah posisi di tingkat direktorat, satuan, dan kepolisian sektor.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan mutasi tersebut. “Benar, mutasi di internal Polda Metro Jaya merupakan bagian dari pembinaan karir personel,” kata Budi.
Dalam daftar rotasi, sejumlah jabatan kepala satuan lalu lintas, kepala satuan reserse kriminal, dan kepala satuan narkoba juga mengalami pergantian. Dampaknya terasa pada susunan personel yang menangani fungsi penyidikan, lalu lintas, dan narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Bagi masyarakat, perubahan pejabat itu berarti layanan kepolisian di tingkat wilayah akan dijalankan oleh personel yang mendapat penugasan baru.
Netty ingin melanjutkan pengabdian
Netty menegaskan keputusan meninggalkan institusi Polri bukan berarti ia berhenti bekerja untuk masyarakat. Ia menilai pengabdian bisa diteruskan melalui jalur lain, termasuk pendidikan dan kegiatan sosial yang lebih dekat dengan warga.
“Artinya ketika misalnya tatanan itu tidak sesuai dengan hati, yang ada kita tuh nanti istilahnya tuh kita cuman sakit sendiri gitu loh. Kita kan sakit sendiri. Kita tidak mampu untuk mengolah, gitu. Kalau kita bertahan di situ. Akhirnya, ah apa sih gitu loh, berkarya bukan cuman di Polri. Masih banyak kok gitu loh. Ada di bidang universitas, akademi, gitu loh segala macam,” ujarnya.
Ia menyebut ingin lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial dan berbagi pengalaman di sejumlah kampus. Bagi Netty, pilihan itu membuka ruang untuk meneruskan pengabdian di luar kepolisian, sementara penugasannya di Polda Metro berakhir melalui proses menuju masa pensiun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.