Rabu, 4 November 2026 WIB
INTERNASIONAL

Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Tabrakan Kereta

Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Tabrakan Kereta
Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Tabrakan Kereta

MADRID — Pengunduran diri Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyusul tabrakan kereta yang menewaskan 69 orang pada pekan lalu menambah tekanan terhadap keselamatan perjalanan kereta di negara itu. Puente mengajukan pengunduran diri pada Selasa sekaligus mundur dari pencalonan pemilihan umum 29 November.

Keputusan itu muncul saat kecelakaan tersebut membayangi kampanye pemilu dan memicu kritik terhadap penanganan sistem keselamatan. Keluarga korban tewas dan puluhan orang yang terluka juga akan menerima bantuan pemerintah senilai 30 juta euro atau Rp 603 miliar.

Tabrakan terjadi di luar Desa Urda, sekitar 130 kilometer di selatan Madrid. Kereta milik negara Renfe menabrak bagian belakang kereta swasta Iryo yang sedang berhenti.

Mengapa Menteri Transportasi Spanyol mundur?

Puente menyatakan mundur dari jabatan menteri sekaligus menarik diri dari daftar calon pemilihan legislatif awal pada 29 November. Ia menyampaikan keputusan itu setelah kecelakaan mematikan tersebut menuai kritik dari oposisi sayap kanan dan serikat pekerja.

“Saya ingin memberi tahu Anda bahwa saya tidak hanya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai Menteri Transportasi, tetapi saya juga menarik nama saya dari daftar untuk pemilihan legislatif awal pada 29 November,” kata Puente.

Pejabat itu sebelumnya menolak mundur dan dikecam karena dianggap membebankan tanggung jawab bencana kepada satu operator pusat kendali. Kecelakaan ini juga menjadi tekanan politik bagi Perdana Menteri Sosialis Pedro Sanchez, yang disebut tertinggal dalam berbagai jajak pendapat.

Kelalaian di pusat kendali jadi sorotan

Sistem keamanan otomatis sebelumnya menghentikan seluruh layanan kereta di jalur sepanjang 63 kilometer. Namun, operator pusat kendali tetap memberi izin kepada kereta Renfe untuk melanjutkan perjalanan. Kereta itu kemudian menabrak rangkaian Iryo yang berhenti.

Rangkaian peristiwa tersebut membuat perhatian tertuju pada keputusan operasional saat sistem otomatis tidak berfungsi. Dampaknya terasa langsung bagi penumpang dan keluarga korban: selain kehilangan nyawa, puluhan orang terluka, sementara kepercayaan terhadap perjalanan kereta berkecepatan tinggi ikut dipertaruhkan.

Beberapa jam sebelum mengundurkan diri, Puente sempat menjanjikan penggunaan agen kecerdasan buatan untuk mengawasi sistem lalu lintas kereta. Ia juga mengatakan operator kedua harus memberi konfirmasi ketika sistem keamanan otomatis sedang mati.

“Pemerintah akan bekerja tanpa lelah untuk mencapai dan mendapatkan kembali kepercayaan publik terhadap kereta api berkecepatan tinggi,” ujar Puente.

Serikat masinis serukan mogok kerja

Serikat masinis kereta api Semaf menyerukan mogok kerja pada 10 dan 12 November. Mereka memprotes memburuknya kondisi kerja serta kualitas sistem perkeretaapian yang dinilai terus menurun.

Keluhan tentang investasi perawatan juga mengemuka sejak liberalisasi jaringan kereta api Spanyol pada 2021 mengakhiri monopoli Renfe selama puluhan tahun. Puente sebelumnya berjanji mereformasi kondisi kerja operator, termasuk waktu istirahat dan pemantauan tingkat kelelahan.

Kecelakaan di Urda bukan satu-satunya tragedi kereta yang disebut dalam laporan ini. Tabrakan di wilayah Andalusia pada Januari menewaskan 46 orang di jalur utama yang menghubungkan Madrid dengan Seville.

Paket bantuan pemerintah senilai 30 juta euro ditujukan kepada keluarga korban tewas dan puluhan orang yang terluka. Sementara itu, janji pengawasan berbasis kecerdasan buatan dan kewajiban konfirmasi operator kedua menjadi langkah yang disampaikan Puente sebelum ia meninggalkan jabatan.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →