Kamis, 5 November 2026 WIB
EKONOMI

Arus peti kemas Pelindo naik 5,80%, tembus 10,31 juta TEUs

Arus peti kemas Pelindo naik 5,80%, tembus 10,31 juta TEUs
Arus peti kemas Pelindo naik 5,80%, tembus 10,31 juta TEUs

JAKARTA — Arus peti kemas Pelindo mencapai 10,31 juta TEUs pada Januari-September 2026, memberi gambaran kenaikan aktivitas bongkar muat di terminal saat arus internasional tumbuh lebih cepat daripada domestik. Angka itu naik 5,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagi pengguna jasa pelabuhan, pertumbuhan ini menambah kebutuhan akan kapasitas dan layanan yang siap menangani kapal serta muatan. Arus internasional bertambah 10,34%, sementara arus domestik naik 3,57%, menurut data PT Pelindo Terminal Petikemas.

Dari total arus tersebut, peti kemas internasional mencapai 3,54 juta TEUs dan domestik sebanyak 6,77 juta TEUs. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Fajar Setyono menyebut aktivitas kapal internasional, layanan pelayaran baru, serta optimalisasi fasilitas terminal ikut mendukung pertumbuhan.

Arus peti kemas Pelindo ditopang layanan internasional

Perbedaan laju pertumbuhan memperlihatkan kontribusi perdagangan internasional yang lebih kuat dalam kenaikan volume sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Bagi operasional terminal, arus yang meningkat berarti perusahaan perlu mengatur kapasitas bongkar muat agar pergerakan barang tetap lancar.

Terminal Teluk Lamong mencatat kenaikan arus peti kemas sebesar 23,12%. Hingga September 2026, terminal itu melayani 25 kunjungan kapal internasional nonreguler atau ad hoc call dengan total muatan 16.014 TEUs.

“Hingga September 2026, Terminal Teluk Lamong mencatat 25 kunjungan kapal internasional nonreguler (ad hoc call) dengan total muatan mencapai 16.014 TEUs,” ujar Fajar, Senin (2/11/2026).

Pertumbuhan di Terminal Teluk Lamong turut didukung CSE Service dan SCJX Service. CSE merupakan layanan joint slot COSCO Shipping Lines dan OOCL. Rata-rata bongkar-muatnya sekitar 1.100 TEUs per kunjungan.

SCJX/SIX Service dijalankan melalui kerja sama Gold Star Line (GSL) dan X-Press Feeders (XPF), dengan rata-rata bongkar-muat sekitar 1.100 TEUs per kunjungan. Kehadiran layanan baru itu memperkuat konektivitas terminal dengan jaringan perdagangan internasional sekaligus menambah aktivitas penanganan peti kemas.

Peralatan baru disiapkan untuk menambah kapasitas

Untuk mengimbangi pertumbuhan, Pelindo Terminal Petikemas melakukan pengadaan alat bongkar muat di sejumlah terminal sepanjang 2026. Perusahaan mengadakan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPS.

TPK Semarang mendapat empat unit QCC. Di TPK Belawan, pengadaan mencakup dua unit QCC dan empat unit RTG, sedangkan TPK Banjarmasin memperoleh empat unit E-RTG. Dua unit QCC untuk TPK Perawang ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Penguatan itu berkaitan langsung dengan kemampuan terminal menangani arus yang meningkat. Crane dermaga dan alat penataan peti kemas membantu mendukung kegiatan bongkar muat; kesiapan peralatan menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan layanan bagi pengguna jasa.

“Penguatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan dalam meningkatkan keandalan pelayanan dan memperkuat kapasitas penanganan peti kemas,” kata Fajar.

Perusahaan juga mengoptimalkan perencanaan dan pengendalian operasional, penggunaan peralatan, serta koordinasi dengan pengguna jasa. Langkah itu ditujukan untuk menjaga kelancaran bongkar muat ketika volume meningkat.

Di antara terminal yang disebut, kenaikan arus tertinggi tercatat di Terminal Teluk Lamong, yakni 23,12% hingga September 2026.

(AG)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair