JAKARTA — Keterbukaan data pemegang saham BEI kini mencakup status pengendali dan afiliasi bagi pemilik lebih dari 1% saham, sehingga investor dapat melihat struktur kepemilikan emiten dengan lebih jelas. Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan memublikasikan informasi itu setiap bulan melalui situs resmi BEI.
Publikasi perdana memakai data kepemilikan saham per 30 Oktober 2026. Bagi investor, tambahan ini membantu membaca bukan hanya besaran kepemilikan, tetapi juga hubungan antara pengendali dan pihak yang terafiliasi.
Apa yang berubah dalam data pemegang saham BEI?
BEI menambahkan keterangan mengenai status pengendali dan afiliasi pengendali untuk pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Sebelumnya, kebijakan ini mengatur penyempurnaan laporan bulanan yang menjadi dasar penyajian informasi kepemilikan.
Ketentuan baru tercantum dalam Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00160/BEI/11-2026 tertanggal 2 November 2026. Perubahan atas Ketentuan Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Kepemilikan Saham itu telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Data yang ditampilkan berasal dari Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) yang disampaikan masing-masing perusahaan tercatat. Dengan begitu, perusahaan tercatat menjadi pihak yang melaporkan informasi kepemilikan kepada penyelenggara pasar modal.
Perubahan ini menyentuh cara investor membaca kepemilikan. Angka kepemilikan saja dapat menunjukkan porsi saham, sementara penanda pengendali dan afiliasi memberi konteks hubungan antar-pemegang saham.
Informasi dibuka setiap bulan
Manajemen BEI menyebut tambahan keterangan itu memberi gambaran yang lebih terang mengenai konsentrasi kepemilikan dan hubungan kepemilikan antara pengendali dengan afiliasinya. Informasi akan tersedia dalam publikasi bulanan di situs resmi bursa.
“Penambahan informasi ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat, konsentrasi kepemilikan, termasuk hubungan kepemilikan antara pihak pengendali dan afiliasinya,” tulis manajemen BEI dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
Untuk investor ritel, informasi ini dapat menjadi bahan tambahan saat menilai emiten. Data tersebut membantu melihat apakah kepemilikan terkonsentrasi dan mengenali keterkaitan yang tercatat antara pemegang saham pengendali dengan pihak afiliasinya. Namun, informasi kepemilikan ini merupakan salah satu bahan pertimbangan, bukan keputusan investasi dengan sendirinya.
Dampaknya juga menjangkau pengawasan pasar. Dengan struktur kepemilikan yang lebih mudah ditelusuri, publik dan pihak yang menjalankan fungsi pengawasan memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai pemegang saham perusahaan tercatat. Fokusnya bukan hanya siapa yang memiliki saham, tetapi juga status dan hubungan yang dilaporkan.
Data awal memakai posisi 30 Oktober 2026
Jadwal publikasi perdana memberi titik awal bagi investor untuk meninjau keterangan baru tersebut. BEI menyebut data yang digunakan mencerminkan kepemilikan pada 30 Oktober 2026, sedangkan pembaruan berikutnya dilakukan melalui publikasi bulanan.
Informasi berasal dari laporan perusahaan tercatat, lalu dipublikasikan BEI melalui kanal resminya. Investor yang membandingkan data dari waktu ke waktu dapat mengamati perubahan susunan kepemilikan, termasuk status pengendali dan afiliasinya sebagaimana tercatat dalam laporan.
Aturan ini mengikat pelaporan yang menjadi dasar keterbukaan, bukan mengubah ambang kepemilikan yang disebut dalam kebijakan. Batas informasinya tetap pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, sementara keterangan yang ditambahkan berkaitan dengan status pengendali serta afiliasi pengendali.
Publikasi perdana BEI akan menggunakan data kepemilikan saham per 30 Oktober 2026.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.