Kamis, 5 November 2026 WIB
NASIONAL

Pasukan TNI ke Jakarta, Yusril Sebut Situasi Tetap Normal

Pasukan TNI ke Jakarta, Yusril Sebut Situasi Tetap Normal
Pasukan TNI ke Jakarta, Yusril Sebut Situasi Tetap Normal

BANDA ACEH — Pasukan TNI ke Jakarta menjadi perhatian setelah Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan kondisi keamanan ibu kota masih biasa saja pada Rabu, 4 November 2026.

Pernyataan itu disampaikan di Museum Tsunami Aceh saat Yusril menjawab pertanyaan wartawan tentang pengerahan prajurit dalam dua hari terakhir. TNI AL menyiapkan total 20.980 personel untuk pengamanan dan mengantisipasi perkembangan situasi di DKI Jakarta.

Angka pengerahan itu mencakup pasukan yang sudah bergerak, personel yang datang dari luar Jakarta, serta pasukan yang disiagakan di markas. Namun, Yusril mengatakan ia belum dapat menjelaskan alasan dan rincian operasi tersebut.

Pasukan TNI ke Jakarta dan penjelasan Yusril

Yusril menyebut situasi keamanan Jakarta tidak menunjukkan gejolak yang mengkhawatirkan. Menurut dia, penjelasan mengenai tujuan pengerahan personel berada dalam kewenangan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI.

“Situasi keamanan di Jakarta biasa saja, tidak terjadi satu gejolak yang mengkhawatirkan,” kata Yusril di Banda Aceh.

Ia juga mengarahkan pertanyaan mengenai apakah pengerahan itu dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan kepada pejabat yang berwenang. Yusril tidak mengaitkan pernyataannya tentang kondisi ibu kota dengan alasan khusus pengerahan pasukan.

“Apakah penambahan pasukan ini dalam rangka untuk meningkatkan kewaspadaan atau apa, nanti Pak Menteri Pertahanan atau Panglima TNI yang berwenang menjelaskan,” ujar Yusril.

Bagaimana tahapan pengerahan personel?

TNI AL merencanakan pengerahan 20.980 personel secara bertahap berdasarkan instruksi dalam Surat Telegram Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Pasukan berasal dari satuan di Jakarta dan luar daerah, dengan kendali operasi di bawah Kodam Jaya.

Tahap pertama dimulai pada 2 November 2026. Sebanyak 2.100 personel dari satuan yang sudah berada di Jakarta dikerahkan, termasuk unsur Korps Marinir, Koarmada I, Kodaeral III, dan Kolinlamil.

Tahap kedua dan ketiga membawa 5.740 personel dari luar Jakarta pada 4 November 2026. Perpindahan pasukan memanfaatkan kapal perang Republik Indonesia (KRI) dan jalur darat.

Masih ada tahap akhir. Sebanyak 13.140 personel dari Mabesal dan jajaran wilayah Jakarta disiapkan dalam status siaga penuh di markas satuan, sehingga dapat digerakkan sewaktu-waktu.

Dampak pengerahan terhadap keamanan ibu kota

Bagi warga Jakarta, pengerahan personel dalam jumlah besar menambah kesiapan aparat menghadapi perkembangan situasi. Namun, keterangan Yusril dan rencana penempatan pasukan menjelaskan dua hal berbeda: kondisi keamanan yang ia gambarkan tetap normal, sementara TNI AL menyiapkan kekuatan secara bertahap.

Karena tujuan pengerahan belum dijelaskan Yusril, warga belum mendapat keterangan resmi darinya mengenai skenario khusus yang menjadi pertimbangan. Rincian itu, kata dia, perlu disampaikan Menteri Pertahanan atau Panglima TNI. Pasukan tahap akhir tetap siaga di markas dan siap digerakkan sewaktu-waktu.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Hari Guru Nasional 2026: Rabu 25 November, Tema Guru Hebat, Indonesia Kuat