Jumat, 6 November 2026 WIB
NASIONAL

Pengangguran Sarjana RI Tercatat 880,43 Ribu pada Agustus

Pengangguran Sarjana RI Tercatat 880,43 Ribu pada Agustus
Pengangguran Sarjana RI Tercatat 880,43 Ribu pada Agustus

JAKARTA — Pengangguran sarjana RI mencapai 880,43 ribu orang pada Agustus 2026, saat jumlah pengangguran nasional turun 77 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Angka itu mencakup lulusan Diploma IV hingga S3. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pengangguran nasional pada Agustus 2026 tercatat 7,38 juta orang, sementara lulusan SMA masih menjadi kelompok terbesar.

Bagi lulusan perguruan tinggi, data ini menunjukkan persaingan kerja tetap menjadi persoalan, meski porsi penganggur berpendidikan Diploma IV hingga S3 menurun dibandingkan Agustus 2025. BPS mencatat porsi kelompok itu sebesar 11,93 persen dari total pengangguran, turun dari 12,12 persen.

Berapa pengangguran sarjana RI pada Agustus 2026?

BPS mencatat 880,43 ribu pengangguran berasal dari lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 pada Agustus 2026. Jumlah itu setara 11,93 persen dari seluruh pengangguran di Indonesia.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud menyampaikan jumlah pengangguran nasional mencapai 7,38 juta orang. Angka itu turun 77.000 orang dibandingkan Agustus 2025.

Namun, penurunan total tersebut tidak berarti semua kelompok pendidikan mengalami perubahan dengan arah yang sama. Komposisi pengangguran masih berbeda menurut jenjang pendidikan.

Lulusan SMA masih mendominasi

Lulusan SMA menyumbang 32,31 persen atau 2,38 juta orang dari total pengangguran pada Agustus 2026. Berikutnya, lulusan SMK tercatat 24,85 persen atau 1,83 juta orang.

Kelompok lulusan SD ke bawah mencapai 15,55 persen atau 1,14 juta orang. Pengangguran lulusan SMP tercatat 13,38 persen, setara 987,4 ribu orang.

Di jenjang pendidikan tinggi, lulusan Diploma I, II, dan III menyumbang 1,99 persen atau 146,86 ribu orang. Sementara itu, kelompok Diploma IV hingga S3 mencapai 11,93 persen.

Perbandingan tahunan memperlihatkan porsi pengangguran lulusan SMA naik dari 32,31 persen pada Agustus 2025. Porsi lulusan SMK turun dari 25,78 persen, sedangkan lulusan SD ke bawah turun dari 16,10 persen.

Porsi lulusan SMP bergerak naik dari 13,30 persen pada Agustus 2025. Untuk kelompok Diploma I hingga III, angkanya naik dari 1,96 persen. BPS mencatat porsi pengangguran lulusan Diploma IV hingga S3 turun dari 12,12 persen.

MagangHub masuk hitungan penduduk bekerja

BPS menyebut program MagangHub pemerintah secara konsep dapat mengurangi tingkat pengangguran terbuka. Peserta yang memperoleh bayaran dan memenuhi kriteria bekerja masuk dalam kategori penduduk bekerja.

Dalam penghitungan BPS, penduduk bekerja adalah mereka yang melakukan kegiatan untuk mendapatkan atau membantu memperoleh penghasilan dengan waktu kerja minimal satu jam dalam seminggu. Dengan definisi itu, peserta magang berbayar dapat memengaruhi angka pengangguran.

Dampaknya bergantung pada jumlah lulusan baru yang mengikuti program. MagangHub menyerap sekitar 46.000 tenaga kerja pada kelompok pertama pada Agustus 2026, menurut catatan yang disampaikan dalam konferensi pers BPS.

Bagi pencari kerja muda, program magang dapat menjadi jalur memperoleh pengalaman sekaligus penghasilan. Namun, pengaruhnya terhadap angka nasional terkait langsung dengan seberapa banyak peserta yang masuk program dan memenuhi kategori bekerja.

“Secara konsep MagangHub akan mengurangi pengangguran. Namun seberapa besar mengurangi penganggurannya tentu kita lihat jumlah yang ikut dalam MagangHub. Kalau makin banyak tentu akan dampaknya juga makin besar,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud.

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →
TRENDING Hari Guru Nasional 2026: Rabu 25 November, Tema Guru Hebat, Indonesia Kuat