Jumat, 6 November 2026 WIB
OLAHRAGA

Risto Vidakovic Diharapkan Angkat Tren PSIM Yogyakarta

Risto Vidakovic Diharapkan Angkat Tren PSIM Yogyakarta
Risto Vidakovic Diharapkan Angkat Tren PSIM Yogyakarta. (Ilustrasi: AI)

BANTUL — Risto Vidakovic diharapkan membantu PSIM Yogyakarta menjaga tren positif pada sisa BRI Super League 2026/2027 setelah tim meraih kemenangan perdana musim ini. Pelatih interim Guntur Cahyo Utomo menyatakan siap bekerja bersama pelatih kepala anyar itu demi memperkuat Laskar Mataram.

PSIM memperkenalkan Vidakovic sebagai pelatih kepala, dengan Edin Prljaca sebagai asisten. Keduanya menggantikan peran yang sebelumnya dipegang Jean-Paul van Gastel, yang memimpin tim sekitar lima pekan pada awal musim.

Risto Vidakovic dan momentum PSIM Yogyakarta

Kemenangan atas Borneo FC menjadi modal awal bagi PSIM. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, tim tuan rumah menang 2-1 setelah lebih dulu tertinggal melalui gol Asgal Habib. Adrian Purzycki dan Savio Sheva kemudian membalikkan keadaan.

Hasil itu menandai kemenangan pertama PSIM di kompetisi musim ini. Bagi tim, perubahan di kursi pelatih datang pada saat penting: mereka perlu mengubah hasil tersebut menjadi pijakan, bukan sekadar satu malam yang menyenangkan.

Vidakovic dan Prljaca belum mendampingi tim secara resmi di pinggir lapangan saat menghadapi Borneo FC. Namun, Guntur mengatakan keduanya sudah memberi masukan sebelum pertandingan pekan kedelapan itu. Saran tersebut, menurutnya, membantu persiapan dan pekerjaannya selama laga.

“Saran-saran yang mereka berikan sangat penting, terutama untuk saya di pinggir lapangan. Saya berterima kasih kepada mereka dan berharap ke depannya kami jauh lebih kuat lagi berkat pengalaman serta apa yang bisa mereka bagikan kepada tim ini,” kata Guntur.

Kolaborasi staf jadi pekerjaan berikutnya

Guntur menegaskan ia tidak mempermasalahkan siapa yang berada di posisi terdepan dalam tim pelatih. Fokusnya, kata dia, adalah bekerja bersama staf klub untuk mengejar hasil yang lebih baik.

“Semua ingin bekerja bersama. Jadi, siapa yang di depan bukan isu penting lagi. Saya memastikan tetap bekerja dengan teman-teman di klub ini,” ujar Guntur.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa pergantian pelatih tidak harus memutus kesinambungan kerja di dalam tim. Guntur sudah menangani tim sebagai pelatih interim, sementara Vidakovic membawa tanggung jawab sebagai kepala pelatih. Tantangannya kini menyatukan pengalaman dan masukan staf baru dengan pekerjaan yang sudah berjalan.

Dampaknya langsung terasa pada tuntutan berikutnya bagi PSIM. Kemenangan atas Borneo FC memberi dorongan, tetapi laga kandang selanjutnya akan menjadi kesempatan pertama Vidakovic untuk memimpin tim langsung dari tepi lapangan. Dukungan suporter di Stadion Sultan Agung juga akan menyertai ujian awal itu.

Kapan Vidakovic memimpin PSIM dari pinggir lapangan?

PSIM dijadwalkan menjamu Dewa United pada pekan kesembilan BRI Super League, Jumat (6/11) pukul 15.30 WIB, di Stadion Sultan Agung, Bantul. Vidakovic diharapkan sudah bisa memimpin tim secara langsung dalam pertandingan tersebut.

Laga itu memberi konteks baru bagi kemenangan atas Borneo FC. PSIM akan berusaha mempertahankan momentum di hadapan pendukung sendiri, sementara Vidakovic mendapat kesempatan untuk menerapkan arah kerjanya bersama para pemain. Seberapa cepat kolaborasi itu terbentuk akan mulai terlihat saat Dewa United datang ke Bantul.

(AG)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →