JAKARTA — Meta Muse kini mendukung percakapan suara dan avatar ekspresif untuk pengguna di Amerika Serikat. Pembaruan yang diumumkan Kamis itu memungkinkan pengguna berbicara langsung dengan agen AI Meta, bukan hanya mengetik instruksi atau pertanyaan.
Fitur tersedia di aplikasi ponsel, web, dan Mac. Pengguna dapat memilih dari ratusan opsi suara, sementara avatar Muse menampilkan ekspresi dan gestur yang mengikuti percakapan.
Meta Muse sudah melampaui lima juta unduhan aplikasi setelah diluncurkan pada September. Kini, perusahaan menambahkan cara interaksi yang terasa lebih langsung—sekaligus membawa tantangan baru: apakah percakapan suara dengan agen AI benar-benar membantu, atau justru terasa janggal?
Apa yang berubah pada Meta Muse?
Pengguna dapat berbicara kepada Muse untuk meminta bantuan atau mengajukan pertanyaan. Mereka juga bisa mengganti suara dari ratusan pilihan yang tersedia, lalu menyesuaikannya lagi kapan saja.
Avatar ikut merespons percakapan dengan ekspresi wajah dan gerak tubuh yang selaras dengan nada pembicaraan. Pilihan tampilannya tidak harus selalu memenuhi layar: pengguna dapat memakai suara saja, menempatkan avatar di samping percakapan, atau membuka tampilan avatar secara penuh.
Perubahan ini membuat Muse tampil lebih seperti rekan bicara daripada kotak teks. Meta menyebut latihan wawancara kerja, persiapan presentasi, dan pembahasan ide sebagai contoh penggunaan. Respons suara memungkinkan pengguna menjawab saat itu juga, sehingga latihan dapat terasa lebih dekat dengan situasi sebenarnya.
Meta juga mengembangkan teknologi avatar waktu nyata untuk mendukung interaksi ini. Namun, avatar yang bereaksi saat percakapan berlangsung tidak berarti Muse melihat pengguna. Berdasarkan penjelasan dalam bahan pengumuman, sistem mendengar percakapan dan memberi respons sesuai konteks pembicaraan.
Mengapa suara dan avatar penting bagi agen AI?
Perintah suara mengubah cara orang menggunakan agen AI. Pengguna tidak perlu berhenti untuk mengetik ketika sedang berlatih menyampaikan gagasan atau ingin membicarakan sesuatu secara spontan. Avatar yang bergerak dan berekspresi menambah isyarat sosial yang biasanya tidak hadir dalam percakapan berbasis teks.
Dampaknya bagi pengguna adalah pengalaman yang lebih menyerupai dialog langsung. Dalam latihan wawancara, misalnya, orang dapat mendengar pertanyaan, menjawab dengan suara, lalu meneruskan percakapan tanpa menyusun setiap kalimat di layar. Untuk persiapan presentasi, respons lisan juga bisa membantu pengguna menguji cara penyampaian.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.