Rosan P. Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi, menekankan bahwa kepastian aturan menjadi pertimbangan investor. “Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu menekankan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Mereka mencari kepastian, prediktabilitas, dan proses yang kredibel,” ujar Rosan dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (6/11).
Pesannya menyentuh persoalan yang lebih luas daripada pengumuman nilai investasi. Proyek seperti pusat data dan fasilitas perakitan memerlukan keputusan usaha yang bertumpu pada aturan dan proses yang dapat diperkirakan. Pemerintah menyatakan akan meninjau serta merevisi kebijakan untuk memberi kepastian lebih besar dan menjaga daya saing Indonesia dalam menarik investasi asing.
Forum London mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha
IIF 2026 mengangkat tema “Fostering Resilient Investment Through a Robust Supply Chain”. Sekitar 100 delegasi menghadiri forum tersebut, mewakili industri, perbankan, dan pemerintahan.
Agenda forum mencakup dialog tingkat tinggi yang melibatkan pimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia. Forum juga menggelar penjodohan bisnis untuk proyek yang dipresentasikan Danantara Indonesia, kawasan ekonomi khusus, dan badan usaha milik negara.
Rosan menyampaikan bahwa pemerintah terus membenahi regulasi agar investor memperoleh kepastian dan proses yang lebih mudah diprediksi. Pernyataan itu menjadi bagian penting dari upaya menarik modal asing, sementara tiga kesepakatan di London memberi gambaran sektor yang ditawarkan: pemrosesan timah Rp4,16 triliun, pusat data AI Rp1,01 triliun, dan fasilitas perakitan Rp1,39 triliun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.