Sabtu, 7 November 2026 WIB
OLAHRAGA

PSIM Yogyakarta Kalah 1-2, Risto Kritik Keputusan Wasit

PSIM Yogyakarta Kalah 1-2, Risto Kritik Keputusan Wasit
PSIM Yogyakarta Kalah 1-2, Risto Kritik Keputusan Wasit

BANTUL — PSIM Yogyakarta kalah 1-2 dari Dewa United di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/11/2026), setelah kebobolan gol pada menit akhir. Usai laga pekan kesembilan Super League 2026/2027 itu, pelatih Risto Vidakovic mengkritik keputusan wasit, terutama penalti untuk tim tamu.

Namun, Risto tak menempatkan kepemimpinan wasit sebagai satu-satunya penyebab kekalahan. Ia mengakui PSIM kehilangan konsentrasi pada 10 menit terakhir dan gagal mengendalikan permainan saat Dewa United meningkatkan tekanan.

PSIM Yogyakarta kalah 1-2 setelah gol menit akhir

Dewa United membuka skor lewat penalti Denilson Junior pada menit ke-11, menurut laporan pertandingan yang dicocokkan antarsumber. PSIM membalas melalui Ezequiel Vidal pada menit ke-66, sebelum Taisei Marukawa mencetak gol kemenangan tim tamu pada menit ke-90+5.

Rangkaian gol itu memperlihatkan perubahan momentum. PSIM sempat menyamakan kedudukan dan menjaga laga tetap terbuka, tetapi tak mampu mempertahankan kendali pada fase penentuan. Dewa United memanfaatkan ruang yang muncul ketika tuan rumah berusaha menyerang.

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Risto menyatakan keberatannya terhadap keputusan yang berujung penalti. “Keputusannya sangat aneh, keputusan-keputusan yang aneh,” kata pelatih asal Serbia itu.

Ia menilai pemain PSIM yang terlibat dalam insiden tersebut tidak menyadari lawan berada di belakangnya. Risto juga mempertanyakan arah datangnya bola sebagai bagian dari penilaiannya atas insiden itu. “Menurut saya itu bukan penalti, karena dia bahkan tidak tahu bahwa seseorang ada di belakangnya,” ujarnya.

Mengapa Risto menyoroti keputusan wasit?

Risto juga mempermasalahkan pertandingan yang terlalu sering dihentikan, terutama pada menit-menit awal. Menurutnya, jeda berulang mengganggu kelancaran permainan dan ritme yang coba dibangun kedua tim.

Kritik itu tidak menghapus evaluasi terhadap performa PSIM sendiri. Risto mengakui timnya lengah pada penghujung laga. Dalam penilaiannya, PSIM tak membaca situasi dengan baik ketika pertandingan memasuki fase krusial, lalu membiarkan Dewa United memanfaatkan kesempatan untuk melancarkan serangan balik.

Itulah pekerjaan rumah paling langsung bagi PSIM: menjaga organisasi permainan saat tekanan meningkat. Gol penentu pada menit ke-90+5 menunjukkan bahwa penampilan yang cukup baik dalam sebagian besar laga belum cukup jika konsentrasi lepas pada momen terakhir.

Kesalahan akhir jadi perhatian PSIM

Risto tetap mengapresiasi kerja keras skuadnya dan meminta para pemain mempertahankan semangat yang mereka tunjukkan. Pesannya beriringan dengan tuntutan untuk mengurangi kesalahan yang memberi lawan ruang, terutama saat PSIM memilih bermain lebih terbuka.

Situasi tersebut menjadi penting bagi PSIM menjelang pertandingan berikutnya. Kekalahan di kandang bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal bagaimana tim menjaga keseimbangan ketika mengejar gol: serangan perlu tetap hidup tanpa meninggalkan celah yang bisa diserang balik.

Dengan gol Taisei Marukawa pada menit ke-90+5, Dewa United membawa pulang kemenangan 2-1 dari Stadion Sultan Agung.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →