Ringkasan cepat
- Untuk 6 porsi: 750 g daging sapi, 300 ml santan kental, dan 300 ml susu, dengan pelengkap kentang goreng, tomat, emping, dan jeruk limau.
- Butuh 25 menit persiapan dan sekitar 2 jam memasak, sebagian besar untuk membuat daging empuk.
- Santan dan susu masuk paling akhir dengan api kecil supaya kuah halus dan tidak pecah.
- Kuah bisa dibuat santan saja atau susu saja dengan jumlah cairan yang sama.
Cengkih dan kapulaga mulai mengepul dari panci sekitar sepuluh menit setelah air mendidih. Daging sandung lamur direbus pelan di tengahnya. Lama-kelamaan, kaldu berubah gurih dan rumah mulai berbau seperti warung soto langganan.
Perubahan paling kentara terjadi di menit-menit akhir. Bumbu tumis yang kuning dan harum masuk lebih dulu, lalu santan dan susu menyusul pelan-pelan. Kaldu bening berubah menjadi kuah kuning gading, berkilat tipis di permukaan, dan cukup kental untuk menempel pada kentang goreng.
Di mangkuk, kuah panas itu bertemu tomat segar, emping, dan perasan jeruk limau. Rasa asam dan renyah itulah yang membuat suapan terakhir masih terasa ringan.
Resep Soto Betawi Kuah Santan dan Susu
- Porsi: 6 porsi
- Persiapan: 25 menit
- Memasak: 2 jam
Bahan-bahan
Bahan utama
- 750 g daging sapi sandung lamur atau sengkel, utuh
- 2 liter air, plus air untuk merebus awal
- 300 ml santan kental
- 300 ml susu cair tawar
- 3 sdm minyak goreng
- 2 sdt garam
- 1 sdt gula pasir
Bumbu halus
- 10 butir bawang merah
- 6 siung bawang putih
- 3 butir kemiri, sangrai
- 3 cm jahe
- 2 cm kunyit
- 2 sdt ketumbar
- 1/2 sdt jintan
- 1/2 sdt merica
Rempah dan daun
- 2 batang serai, memarkan
- 4 cm lengkuas, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- 5 cm kayu manis
- 5 butir cengkih
- 3 butir kapulaga
- 1/4 butir pala, memarkan
Pelengkap
- 3 buah kentang, potong lalu goreng
- 2 buah tomat, potong
- 2 batang daun bawang, iris
- 2 batang seledri, iris
- 15 buah cabai rawit, rebus lalu ulek dengan sedikit garam
- Bawang goreng, emping, dan acar timun secukupnya
- 3 buah jeruk limau, belah
- Nasi putih hangat
Cara membuat
- Buang air pertamaRebus daging utuh dalam air mendidih sekitar 10 menit sampai buih dan kotoran keluar. Buang airnya, lalu bilas daging.
- Rebus sampai empukDidihkan 2 liter air, lalu masukkan daging, serai, lengkuas, daun salam, kayu manis, cengkih, kapulaga, dan pala. Kecilkan api dan masak sekitar 75 menit sampai daging empuk, sambil membuang buih. Angkat daging dan potong kotak 2 cm. Kaldu tetap di panci.
- Tumis bumbuHaluskan semua bahan bumbu halus. Panaskan minyak, lalu tumis bumbu dan daun jeruk dengan api sedang sekitar 10 menit sampai harum, tidak berbau mentah, dan minyaknya keluar.
- Satukan dengan kalduTuang bumbu tumis ke panci kaldu, masukkan potongan daging, garam, dan gula. Didihkan kecil sekitar 15 menit supaya rasa menyatu.
- Masukkan santan dan susuKecilkan api. Tuang santan pelan sambil diaduk, lalu susu. Masak sekitar 10 menit dengan api kecil dan aduk terus sampai panas dan nyaris mendidih. Jangan biarkan mendidih keras supaya kuah tidak pecah. Cicipi garamnya.
- SajikanTata kentang goreng, tomat, daun bawang, dan seledri di mangkuk. Tambahkan daging, siram kuah panas, lalu taburi bawang goreng. Hidangkan dengan nasi, emping, sambal, acar, dan jeruk limau.
Tips
- Mau menambah babat atau paru? Rebus terpisah sampai lunak. Babat bisa direbus dengan jeruk nipis untuk mengurangi baunya, lalu potong dan masukkan ke mangkuk saat menyajikan.
- Tuang santan dan susu pada tahap akhir dan terus diaduk dengan api kecil. Itu cara paling sederhana menjaga kuah tetap halus.
- Untuk versi santan saja atau susu saja, pakai 600 ml cairan pilihan Anda. Kuah santan lebih pekat, kuah susu lebih ringan.
- Goreng potongan daging sebentar sebelum disajikan bila suka tepinya sedikit garing.
Nama yang baru populer
Dulu orang Jakarta menyebut soto dengan nama penjualnya, semacam Soto Pak Anu. Nama Soto Betawi disebut pertama kali dipakai oleh Lie Boen Po, ada juga yang menulisnya Lie Bowen Bo, seorang pedagang Tionghoa yang berjualan di Prinsen Park, kini THR Lokasari. Sebutan itu mulai populer sekitar 1977 atau 1978.
Setelah usahanya tutup pada 1991, sebutan itu justru makin meluas ke warung lain dan kota lain. Kapan hidangannya sendiri lahir masih diperdebatkan. Yang jelas, sotonya sudah dijual dan dikenal sebelum namanya melekat.
Kuah susu lahir saat santan habis
Kisah kuah susu datang dari keluarga H. Ma’ruf, rumah makan Betawi yang berdiri sejak 1940-an. Sebelum punya warung, H. Ma’ruf pernah bekerja sebagai kuli bangunan dan sopir, lalu berjualan soto keliling kampung dengan pikulan. Pikulan itu berat. Kuahnya kadang tumpah, dan ia harus pulang memasak lagi.
Kuah susu lahir dari kejadian lain. Suatu ketika santan habis dan yang tersisa hanya susu. Susu dicoba, dan rasanya justru dianggap lebih gurih. Sejak itu warung ini dikenal dengan kuah susunya yang berwarna cokelat dan berempah.
Ragam isi dan kuah
Warung di Jakarta punya pilihan masing-masing. Ada yang memakai santan saja, ada yang memakai susu, ada yang mencampur keduanya. Isinya bisa daging saja atau ditambah babat, paru, dan jeroan lain yang direbus di panci terpisah. Pendampingnya hampir selalu kentang goreng, tomat, emping, sambal, acar, dan jeruk limau.
Cara menyajikan dan menyimpan
Sajikan kuah sepanas mungkin dan tambahkan emping saat mau makan supaya tetap renyah. Siapkan kecap manis di meja bagi yang suka kuahnya lebih manis.
Simpan kuah dan daging dalam wadah tertutup di kulkas, terpisah dari kentang, tomat, dan emping, lalu habiskan dalam 3 sampai 4 hari. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk sampai benar-benar panas agar santan tidak pecah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa kuah soto betawi saya pecah?
Biasanya karena santan direbus dengan api besar atau tidak diaduk. Masukkan santan dan susu di akhir, kecilkan api, dan aduk sampai panas.
Santan atau susu, mana yang dipakai?
Keduanya dipakai di warung-warung Jakarta. Santan memberi rasa lebih pekat, susu lebih ringan, dan campurannya berada di tengah.
Bagian daging apa yang cocok?
Sandung lamur dan sengkel cocok karena tetap beraroma dan empuk setelah direbus lama. Campuran daging dan sedikit lemak membuat kaldu lebih gurih.
Disusun redaksi JournalArta dengan bantuan AI. Takaran bisa disesuaikan dengan selera.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.