JAKARTA — Veda Ega Pratama mendapat penalti mundur enam posisi start untuk balapan Moto3 Qatar 2026 pada Minggu (8/11), setelah melanggar aturan bendera kuning saat FP1 di Sirkuit Internasional Lusail. Hukuman itu membuat hasil kualifikasi Sabtu tak otomatis menjadi posisi start akhirnya.
Panel Pengawas Balapan FIM MotoGP menjatuhkan sanksi karena pembalap Honda Team Asia tersebut tidak mengurangi kecepatan di sektor 11 ketika bendera kuning berkibar. Catatan waktu putarannya di sektor itu juga dihapus.
Veda Ega Moto3 Qatar: Apa dampak penalti enam posisi?
Veda mencatat waktu terbaik pribadinya di sektor yang sedang berada dalam status bendera kuning. Sinyal itu mewajibkan pembalap memperlambat laju untuk mengantisipasi potensi bahaya di lintasan. Pelanggaran keselamatan itu berujung pengurangan enam posisi pada balapan utama.
Bukan perkara kecil. Jika Veda meraih posisi kualifikasi tertentu, ia tetap harus memulai balapan enam tempat lebih belakang daripada posisi yang diperolehnya. Dengan begitu, ia perlu mencari ruang untuk menyalip sejak awal, tanpa mengulangi kesalahan yang memicu hukuman.
Sanksi ini juga menjadi pelanggaran bendera kuning kedua Veda pada musim ini. Insiden sebelumnya terjadi saat sesi latihan di Motegi, Jepang. Panel menjatuhkan penalti berdasarkan rangkaian pelanggaran tersebut, sementara waktu putaran yang dibuat ketika insiden di Lusail berlangsung turut dicoret.
Posisi kelima memberi Veda akses langsung ke Q2
Dalam sesi latihan penentuan kualifikasi pada Jumat, Veda finis di peringkat kelima dan mengamankan tempat langsung ke Kualifikasi 2. Performa itu menunjukkan ia tetap kompetitif menjelang sesi kualifikasi, tetapi penalti membuat hasil Q2 punya dampak berbeda: posisi bagus tetap penting, meski tidak bisa dipertahankan sepenuhnya di grid.
Balapan Qatar menjadi ujian membaca risiko bagi pembalap berusia 17 tahun itu. Ia harus tetap agresif untuk memperbaiki posisi, namun cermat memilih momen menyalip di lintasan yang sama tempat ia menerima hukuman. Penalti memang menambah pekerjaan, bukan menghapus peluang untuk bersaing.
Veda datang ke Lusail dengan kepercayaan diri yang meningkat setelah meraih podium kedua pada seri Malaysia. Ia juga pernah membalap di sirkuit Qatar saat mengikuti Asia Talent Cup, pengalaman yang memberinya bekal mengenali karakter trek. Modal itu kini harus dipadukan dengan strategi start yang lebih sulit.
Dampaknya langsung terasa bagi jalannya balapan: Veda berpotensi harus melewati lebih banyak pembalap sebelum masuk ke grup depan, sementara posisi kualifikasi menentukan seberapa jauh ia tertinggal akibat pengurangan enam tempat. Kesempatan menuju hasil baik masih ada, tetapi kesalahan kecil atau kehilangan waktu dalam perebutan posisi dapat membuat pemulihan semakin berat.
Jadwalnya padat. Veda menjalani kualifikasi pada Sabtu (7/11), lalu kembali ke lintasan untuk balapan utama pada Minggu (8/11) di Sirkuit Internasional Lusail. Ia juga pernah menerima sanksi lain di Moto3, termasuk penalti putaran panjang dan penurunan posisi start, berdasarkan pelanggaran aturan berkendara.
Di Lusail, target awalnya jelas: mengubah akses langsung ke Q2 menjadi posisi kualifikasi sebaik mungkin, lalu mengatasi pengurangan enam tempat saat start balapan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.