Minggu, 8 November 2026 WIB
LIFESTYLE

Gak Ada Matinya: Utang KPR Binsar Berujung Dilema Asuransi

Gak Ada Matinya
Gak Ada Matinya

JAKARTA — Film Gak Ada Matinya membawa utang KPR dan asuransi jiwa Rp2 miliar ke dalam premis komedi gelap tentang keluarga. Film terbaru MD Pictures ini mengikuti Binsar, pria yang kehilangan pekerjaan dan berharap uang asuransi ayahnya bisa menyelamatkan keadaan.

Harapan itu berubah jadi masalah saat ayahnya, Pak Luhut, yang sudah terbaring di mobil jenazah mendadak hidup kembali dalam perjalanan ke rumah duka. Dari situ, cerita yang dimainkan Oki Rengga mengolah dilema keluarga dan tekanan ekonomi lewat situasi absurd.

Gak Ada Matinya menyatukan komedi dan tekanan finansial

Binsar sedang terlilit utang KPR ketika kabar kematian Pak Luhut datang. Ia kemudian mengetahui bahwa ayahnya memiliki asuransi jiwa senilai Rp2 miliar. Uang itu berpotensi menjadi jalan keluar dari masalah keuangan yang sedang ia hadapi.

Tapi ada satu masalah besar. Pak Luhut ternyata mati suri dan hidup kembali sebelum keluarga sampai di rumah duka. Keadaan itu membuat Binsar berada dalam dilema: lega karena ayahnya kembali hidup, tetapi cemas karena pencairan asuransi yang ia harapkan terancam batal.

Konflik tersebut menjadi sumber komedi sekaligus ketegangan cerita. Film ini menempatkan persoalan finansial sebagai pemicu keputusan yang serba sulit, bukan sekadar latar bagi lelucon. Benturan antara rasa sayang kepada keluarga dan kebutuhan ekonomi membuat situasi absurdnya dekat dengan kecemasan sehari-hari.

Siapa pemain dan pembuat filmnya?

Oki Rengga memerankan Binsar, sedangkan Mathias Muchus memainkan Pak Luhut. Film ini disutradarai Etienne Caesar dan diproduseri Manoj Punjabi bersama Muhadkly Acho.

Deretan pemain lainnya mencakup Mikha Tambayong, Fedi Nuril, Lolox, Yoshi Sudarso, Benidictus Siregar, dan Jared Ali. Kehadiran komedian dan aktor dari berbagai generasi memberi ruang bagi cerita untuk bergerak di antara humor, konflik keluarga, dan momen emosional.

Premis asuransi yang terancam batal memberi komedi film ini taruhan yang jelas: setiap perubahan keadaan Pak Luhut ikut memengaruhi harapan Binsar untuk keluar dari lilitan utang. Penonton diajak mengikuti bagaimana ia menghadapi situasi yang makin rumit, sementara keluarga berhadapan dengan kabar yang sulit dicerna.

Gak Ada Matinya mengangkat dinamika keluarga dalam kondisi ekonomi yang menekan, lalu membungkusnya dengan kejadian tak masuk akal. Film ini dijadwalkan hadir sebagai tontonan komedi drama terbaru MD Pictures; kisah Binsar dan Pak Luhut menjadi pusat perjalanan menuju konflik berikutnya di layar lebar.

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Isra Mikraj 2027: Tanggal Libur, Sejarah Singkat, dan Amalan Menurut NU-Muhammadiyah