Harga AADI ditutup di Rp10.150 pada Jumat, 6 November, setelah turun 11,55% selama pekan perdagangan. Saham Adaro Andalan Indonesia itu mengakhiri pekan dekat batas bawah rentang pergerakannya, sementara sinyal teknikal masih menunjukkan tekanan meski indikator jangka pendek telah memasuki area jenuh jual.
Rekap Sepekan
Dalam lima sesi pada 2–6 November 2026, AADI bergerak dari harga pembukaan pekan Rp10.800 hingga penutupan Rp10.150. Rentang harga tercatat antara Rp10.025 pada 6 November dan Rp11.075 pada 2 November. Posisi penutupan hanya berada di sekitar 12% rentang pekan, dekat sisi bawah.
Pergerakan harian lebih banyak diwarnai pelemahan: AADI turun dalam empat sesi dan naik pada satu sesi. Sesi terburuk terjadi pada 2 November, saat saham terkoreksi 6,75%, sedangkan sesi terbaik berlangsung pada 4 November dengan kenaikan 1,92%. Harga penutupan pekan sebelumnya, 30 Oktober, masih Rp11.475.
Tekanan harga berlangsung dengan aktivitas yang meningkat dibandingkan rata-rata sebelumnya. Volume harian rata-rata pekan mencapai 20,31 juta saham, atau 1,43 kali rata-rata 20 sesi sebelum pekan tersebut sebanyak 14,23 juta saham. Namun, volume pada sesi terakhir hanya 9,52 juta saham, setara 0,5 kali rata-rata 20 hari. Kombinasi volume mingguan yang lebih tinggi dan volume sesi terakhir yang sepi memperlihatkan bahwa tekanan jual pekan ini belum diikuti aktivitas besar pada penutupan.
Peta Teknikal Pekan Depan
Untuk pekan perdagangan 9–13 November, struktur utama masih menurun. Harga berada di bawah SMA20 sebesar Rp11.028,75 dan SMA50 sebesar Rp11.389. Kemiringan SMA20 tercatat -3,31% per lima hari; angka itu menunjukkan arah rata-rata 20 hari, bukan perubahan harga saham. Death cross juga terbentuk empat sesi sebelum penutupan pekan, ketika SMA20 memotong ke bawah SMA50.
Area Rp9.900 menjadi support 20 hari, sedangkan resistance 20 hari berada di Rp11.700. Dalam cakupan tiga bulan, rentang tercatat dari Rp8.950 hingga Rp12.925. Harga penutupan pekan berada dekat support, tetapi belum menembus level tersebut.
Bollinger Bands menunjukkan pita yang melebar, tanda volatilitas tinggi. Batas bawah berada di Rp9.876,77, garis tengah Rp11.028,75, dan batas atas Rp12.180,73; posisi %B sebesar 12% menempatkan harga dekat bagian bawah pita. ATR 14 hari sebesar Rp566,07, setara 5,6% harga. RSI 14 hari berada di 38,6 atau netral, sedangkan Stochastic %K 6,2 dan %D 26,6 berada di area oversold. MACD negatif di -226,604, di bawah signal -98,114, dengan histogram -128,490—momentum masih mengarah turun.

Grafik harga perlu dibaca dengan memperhatikan apakah AADI bertahan di atas support Rp9.900 atau mulai membangun pijakan menuju SMA20. Skenario bullish memerlukan perbaikan yang terkonfirmasi: jika harga menembus resistance Rp11.700, ruang teknikal berikutnya mengarah ke high tiga bulan Rp12.925. Sebaliknya, skenario bearish menguat jika harga jatuh di bawah support Rp9.900, dengan low tiga bulan Rp8.950 sebagai level acuan berikutnya.

Grafik momentum memperlihatkan sinyal yang belum searah. Stochastic yang oversold membuka kemungkinan pantulan, tetapi RSI masih netral, MACD tetap negatif, dan OBV turun. BIAS TEKNIKAL tercatat netral: tidak ada sinyal bullish dari tujuh sinyal yang dinilai, sementara dua sinyal bearish teridentifikasi, yakni death cross dan penurunan OBV. Karena itu, pantulan harga saja belum mengubah kecenderungan selama AADI masih di bawah rata-rata bergerak.
Risiko dan Pembatal Skenario
Risiko terdekat bagi skenario stabilisasi adalah penembusan ke bawah Rp9.900, yang berarti support 20 hari gagal menahan tekanan; level Rp8.950 menjadi acuan low tiga bulan. Sebaliknya, skenario bearish kehilangan kekuatan jika harga berhasil menembus Rp11.700. Untuk membaca perubahan tren yang lebih bermakna, pelaku pasar juga perlu memantau posisi harga terhadap SMA20 Rp11.028,75 dan SMA50 Rp11.389, serta apakah MACD dan OBV berhenti melemah.
Verdict Teknikal Sepekan: TAHAN
Verdict mengikuti bias teknikal netral. Pertama, harga masih di bawah SMA20 Rp11.028,75 dan SMA50 Rp11.389. Kedua, MACD negatif dengan histogram -128,490 dan OBV menurun, meskipun Stochastic sudah oversold. Ketiga, support Rp9.900 belum ditembus, sehingga arah lanjutan belum terkonfirmasi. Verdict batal jika harga menembus resistance 20 hari Rp11.700.
- Entry Price: Rp9.900 (support 20 hari)
- Target Price: Rp11.700 (resistance 20 hari)
- Stop Loss: Rp9.300,89 (harga dikurangi 1,5 kali ATR)
Bagi pembaca non-trader, AADI masih berada dalam tren melemah, sehingga arah harga berikutnya akan lebih jelas setelah terlihat apakah batas Rp9.900 bertahan atau Rp11.700 berhasil ditembus.
Data Sepekan AADI
| Pekan perdagangan | 2 November – 6 November (5 sesi) |
| Perubahan sepekan | -11,55% (11.475,00 → 10.150,00 IDR) |
| High / low pekan | 11.075,00 (2 November) / 10.025,00 (6 November) |
| Sesi terbaik / terburuk | 1,92% (4 November) / -6,75% (2 November) |
| Volume rata-rata vs 20 sesi sebelumnya | 20.307.340 vs 14.231.660 (1,43x) |
| SMA20 / SMA50 | 11.028,75 / 11.389,00 |
| RSI (14) / Stochastic %K | 38,6 / 6,2 |
| Support / Resistance 20 hari | 9.900,00 / 11.700,00 |
| High / low 3 bulan | 12.925,00 / 8.950,00 |
| Pekan yang diproyeksikan | 9–13 November 2026 |
| Data per | 6 November 2026 16:13 WIB |
Disclaimer: Analisa teknikal ini disusun otomatis dari data bursa (via Yahoo Finance) dan indikator yang dihitung JournalArta, untuk informasi dan edukasi. Verdict serta level entry, target, dan stop loss bukan saran investasi atau ajakan membeli/menjual efek. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada pembaca.
Pantau harga saham AADI setiap hari: harga, support/resistance & riwayat analisis AADI.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.