PURWAKARTA — Kekayaan Sri Prakash Lohia kini mencapai sekitar Rp 155 triliun, setelah bisnis benang yang dirintis di Purwakarta berkembang menjadi usaha petrokimia berskala global. Perjalanannya menunjukkan bagaimana ekspansi dari industri tekstil dapat membawa dampak besar bagi produksi bahan baku dan lapangan kerja.
Lohia bersama ayahnya, Mohan Lal Lohia, mendirikan Indorama Synthetics di Purwakarta pada 1974 untuk memproduksi benang tekstil murah. Ia datang ke Indonesia dari India saat masih muda, lalu ikut mengembangkan perusahaan dari pabrik kecil menjadi bagian dari Indorama Corp yang beroperasi di puluhan negara.
Angka kekayaan itu menempatkan Sri Prakash Lohia di antara orang terkaya di Indonesia. Forbes mencatat kekayaan bersihnya sekitar US$ 8,6 miliar atau Rp 155 triliun, dengan kurs Rp 18.116 per US$.
Sri Prakash Lohia dan awal Indorama di Purwakarta
Indorama Synthetics berdiri ketika Lohia masih harus menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya Indonesia. Perusahaan memulai usaha dari benang tekstil, produk yang menjadi pijakan untuk masuk ke segmen industri lain.
Pengalaman mengelola operasional pabrik menjadi bekal saat perusahaan mulai bergerak menuju petrokimia. Langkah itu memperluas cakupan usaha dari bahan tekstil ke bahan baku plastik, termasuk PET. Dengan menguasai lebih banyak bagian rantai pasok, Indorama membangun bisnis yang tidak lagi bergantung pada satu jenis produk.
Perubahannya berlangsung bertahap. Pabrik di Purwakarta menjadi titik awal, sementara strategi ekspansi dan akuisisi membawa perusahaan ke pasar internasional. Indorama Corp kemudian beroperasi di puluhan negara dan mencatat pendapatan miliaran dolar.
Akuisisi kilang Nigeria mengubah skala bisnis
Ekspansi penting terjadi pada 2006, ketika Lohia membeli Eleme Petrochemicals di Nigeria seharga US$ 225 juta. Kilang itu dibeli dari pemerintah setempat dalam keadaan terbengkalai dan dinilai sebagai aset yang sulit diselamatkan.
Lohia mengambil risiko besar. Setelah dirombak, Eleme kembali beroperasi dalam hitungan bulan dan berkembang menjadi salah satu produsen bahan baku plastik terbesar di Afrika. Akuisisi itu memperluas jangkauan Indorama sekaligus mengubah fasilitas yang tak beroperasi menjadi kegiatan industri produktif.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.