JAKARTA — Ruben Onsu membagikan foto sejumlah orang yang diduga terlibat dalam demo boikot dirinya pada 5 November 2026 melalui Instagram. Salah satu yang disorot, Saepul Rosad Nugraha alias Bang Epul, diajak Ruben bertemu.
Unggahan itu membuka lagi polemik tuntutan agar Ruben tidak tampil di televisi. Ia menampilkan beberapa foto dan menyertakan komentar berbeda untuk orang-orang yang disebut berkaitan dengan aksi tersebut.
Nama yang muncul dalam unggahan Ruben antara lain Saepul alias Epul, Sipa, Rizki Fajri, Aqil Maulidan, dan Jalali. Namun, bahan yang dibagikan dalam pemberitaan ini hanya memuat rincian komentar Ruben untuk Epul dan Sipa.
Ruben Onsu soroti pendemo boikot di Instagram
Untuk Epul, Ruben menuliskan nama lengkap pria itu, menyebut nama orang tuanya, lalu mengajaknya pergi ke Purwakarta. Pesan tersebut disampaikan langsung melalui unggahan media sosialnya.
“Saepul rosad Nugraha alias Bang epul, anaknya Pak Rosid dan ibu Rahma anda dimana sekrang ?? jalan2 ke Purwakarta yuk epull,” tulis Ruben dalam unggahannya, dikutip pada Minggu (8/11/26).
Epul sebelumnya mengaku diminta seseorang berinisial A untuk membawa massa dalam demonstrasi. Ia juga telah menyampaikan permintaan maaf karena keterlibatannya dalam aksi itu menimbulkan kegaduhan.
Ruben turut mengunggah foto Sipa. Dalam komentarnya, ia mempertanyakan keterlibatan perempuan itu dan menyindir soal kemungkinan mengumpulkan orang untuk demonstrasi berikutnya.
“Hallo Sipa ??? kok cuman nonton sih ?? capek ya kemaren ?? Unik deh alis nya. Hari ini udh kumpulin berapa orang ?? kayak pernah ketemu ?? dmana ya. ??? ada yg kenal ?” tulis Ruben.
Apa dampak unggahan Ruben terhadap polemik boikot?
Unggahan itu membuat perhatian beralih dari tuntutan boikot di televisi ke orang-orang yang terlihat dalam demonstrasi. Bagi mereka yang mengikuti polemik, nama dan foto yang dibagikan Ruben memberi gambaran siapa saja yang sedang ia soroti, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang peran masing-masing dalam aksi.
Namun, penyebutan seseorang dalam unggahan atau foto tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan dalam tindak pidana. Bahan pemberitaan ini juga tidak memuat keterangan bahwa para nama yang disebut telah dinyatakan bersalah atas suatu perkara.
Ruben menyampaikan pertanyaan dan sindiran kepada orang-orang yang ia anggap berkaitan dengan demonstrasi. Sementara itu, pengakuan Epul mengenai seseorang berinisial A tetap merupakan pernyataan Epul, bukan keterangan yang memastikan siapa penggerak aksi.
Polemik ini berawal dari demonstrasi pada 5 November 2026 yang menyerukan agar Ruben tidak lagi tampil di televisi. Setelah aksi tersebut, Epul menyampaikan permintaan maaf, sedangkan unggahan Ruben memperlihatkan bahwa ia masih berupaya menelusuri pihak-pihak yang menurutnya berada di balik demonstrasi.
Dalam unggahan yang dikutip, Ruben secara khusus mengajak Epul bertemu di Purwakarta.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.