Senin, 9 November 2026 WIB
NASIONAL

BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang 4 Meter

BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang 4 Meter
BMKG Waspadai Cuaca Ekstrem dan Gelombang 4 Meter

JAKARTA — BMKG meminta masyarakat, operator maritim, dan otoritas penerbangan mewaspadai cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta potensi banjir rob di Indonesia pada Rabu, 4 November 2026. Gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di sejumlah perairan, sementara hujan lebat dan petir juga berpeluang muncul di beberapa wilayah.

Peringatan cuaca BMKG ini perlu diperhatikan oleh warga pesisir dan pelaku perjalanan, terutama karena kondisi laut dapat membahayakan aktivitas pelayaran. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika juga mengimbau otoritas penerbangan terus mengikuti pembaruan cuaca untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Peringatan cuaca BMKG untuk sejumlah wilayah

Forecaster BMKG Ranika menjelaskan, sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik bagian utara, sebelah utara Pulau Biak, membentuk zona konvergensi angin. Zona itu mempercepat pertumbuhan awan hujan, terutama di sekitar Laut Filipina.

BMKG memperingatkan potensi awan cumulonimbus yang meluas. Awan tersebut dapat memicu cuaca buruk di sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, Papua, Selat Karimata, dan Laut Natuna Utara.

Di kota-kota besar, prakiraan cuaca umumnya menunjukkan hujan ringan atau langit berawan tebal. Namun, BMKG memperkirakan badai petir dapat terjadi di Nabire dan Jayawijaya.

Sejumlah daerah juga diperkirakan mengalami kabut atau asap, termasuk Bandung, Yogyakarta, Denpasar, Samarinda, dan Ambon. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan dan pihak yang mengelola perjalanan udara.

Gelombang tinggi dan potensi banjir rob

Peringatan maritim BMKG mencakup gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia bagian barat, tepatnya di perairan lepas Bengkulu, Lampung bagian barat, dan Jawa Timur bagian selatan. Tinggi gelombang itu berisiko mengganggu kegiatan kapal dan warga yang beraktivitas di pesisir.

Bagi operator kapal, imbauan untuk memantau informasi meteorologi menjadi penting sebelum menjalankan aktivitas di laut. Masyarakat pesisir juga perlu memperhatikan perubahan kondisi perairan, sebab gelombang tinggi dapat beriringan dengan cuaca buruk yang diperingatkan BMKG.

BMKG turut meminta warga di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan bersiap menghadapi kemungkinan banjir rob musiman. Warga di kawasan pesisir dapat mengikuti pengumuman cuaca setempat dan memperhatikan perkembangan kondisi laut.

Peringatan ini berlaku saat BMKG mengidentifikasi pertumbuhan awan hujan dari zona konvergensi di kawasan Pasifik utara. Masyarakat, pelaku pelayaran, dan otoritas penerbangan diminta terus memantau pembaruan BMKG untuk mengetahui perkembangan cuaca dan gelombang di wilayah masing-masing.

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING LPDP 2027 Belum Dibuka: Status Tahap 2 2026, Timeline, Jenis Beasiswa, dan Syarat