Senin, 9 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

G-Shock 2500 Hadir Tanpa Layar Digital, Andalkan Desain Analog

G-Shock 2500 jam tangan analog tanpa layar digital
Seri G-Shock 2500 mengandalkan desain analog dengan tiga pilihan material. (Ilustrasi: AI)

SINGAPURA — G-Shock 2500 hadir sebagai jam tangan analog tanpa layar digital, pilihan yang ditawarkan G-Shock saat smartwatch semakin canggih. Model terbaru ini diperkenalkan pada Sabtu (7/11/2026) di Carlton Hotel, Singapura, dengan tujuan mengembalikan kebiasaan membaca waktu lewat jarum sekaligus menjadi bagian dari gaya sehari-hari.

Seri ini tidak berlomba menambah fitur pintar. G-Shock mengandalkan desain klasik, kepraktisan, dan ketahanan sebagai alasan jam analog tetap punya tempat meski pemiliknya sudah menggunakan smartwatch atau ponsel.

G-Shock 2500 menghidupkan kebiasaan membaca jam

G-Shock menyebut seri 2500 dirancang untuk menunjukkan waktu secara langsung dan memberi pengalaman membaca jam yang lebih mendasar. Salah satu unsur yang diangkat adalah fitur jam detik, yang membantu pemakai melihat waktu berlalu dengan cepat.

Kevin Tan, CSEA Timepiece Marketing Manager G-Shock, mengatakan rancangan itu menanggapi kehidupan sehari-hari yang semakin terhubung dengan teknologi. Menurut dia, jam analog dapat memberi cara lain untuk memperhatikan waktu, tanpa harus bergantung pada layar digital.

“Posisinya instan untuk mengetahui seberapa cepat waktu berlalu dan tersisa. Hal itu menciptakan pengalaman yang relevan di zaman ini karena teknologi sangat terintegrasi dengan kehidupan sehari-sehari. Selagi memenuhi permintaan pasar, kami ingin terus berevolusi untuk mengembalikan tradisi membaca jam yang fundamental,” kata Kevin dalam konferensi pers.

Pilihan ini membawa dampak praktis bagi konsumen yang memakai beberapa perangkat sekaligus. Jam tangan analog dapat menjalankan fungsi penunjuk waktu dan melengkapi gaya, sementara smartwatch atau ponsel tetap digunakan untuk kebutuhan digital. G-Shock berharap 2500 tetap terasa berguna, bukan sekadar aksesori tambahan.

Tiga varian G-Shock 2500 mengusung material berbeda

G-Shock menghadirkan koleksi 2500 dalam tiga varian. GAC-2500 memakai bahan resin penuh dan dirancang untuk fungsi serta fleksibilitas sehari-hari. GMC-2500 menambahkan aksen logam untuk tampilan yang lebih premium, sedangkan GMC-2500D menggunakan gelang logam dengan kesan elegan.

Perbedaan bahan memberi pilihan tampilan tanpa mengubah arah utama koleksi: jam analog yang bisa dipakai dalam aktivitas harian. G-Shock tidak menempatkan seri ini sebagai pengganti smartwatch. Perusahaan justru melihat jam tangan tetap punya peran tersendiri ketika seseorang sudah membawa ponsel atau memakai perangkat pintar.

Tomohiro Yuasa, Global Timepiece R&D Planning G-Shock, mengatakan jam tangan kini juga dipakai untuk mengekspresikan gaya dan individualitas. Karena itu, perusahaan ingin mengembangkan desain serta material agar jam dapat menyatu dengan keseharian pemakainya.

“Karena jam tangan punya banyak peran, yang kami tawarkan bukan hanya menambah desain dan fitur tapi ‘toughness’. Peran kami juga berevolusi dalam hal desain dan material untuk jam tangan bisa dipakai di keseharian selayaknya busana. Kami ingin nilai G-SHOCK bisa mendukung pengguna dalam tantangan-tantangan mereka dan jadi teman hidup,” ujar Tomohiro.

G-Shock menempatkan ketahanan sebagai bagian dari tawaran seri ini, bukan sekadar tambahan fitur. Dengan tiga pilihan bahan dan tampilan, 2500 diarahkan untuk menemani kegiatan sehari-hari sekaligus mempertahankan kebiasaan membaca waktu lewat jam analog.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis