Eisenkot menetapkan empat syarat bagi partai yang ingin bergabung: mengakui Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis, menerima deklarasi kemerdekaan, mendukung wajib militer atau bentuk pengabdian nasional dan sipil bagi semua warga, serta menyatakan Hamas sebagai kelompok teroris. Belum jelas apakah calon mitra Arabnya akan menerima seluruh ketentuan itu.
Partai-partai ultra-Ortodoks juga menjadi bagian dari hitung-hitungan. Mereka ingin mempertahankan pengecualian wajib militer bagi komunitasnya, yang mereka anggap penting untuk kegiatan belajar agama. Isu itu semakin diperdebatkan masyarakat selama tiga tahun perang.
United Torah Judaism, partai ultra-Ortodoks yang dapat memegang suara penentu, belum menutup kemungkinan bekerja sama dengan Eisenkot. Namun, Eisenkot dan sekutunya menjadikan penerapan wajib militer yang setara sebagai janji utama kampanye. Kesepakatan dengan partai tersebut dapat menuntut kompromi atas janji itu.
Netanyahu masih punya jalan kembali
Eisenkot juga mengajak Likud, partai sayap kanan Netanyahu, serta partai sayap kanan jauh pimpinan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich untuk bergabung dalam pemerintahan yang ia pimpin. Ia menyatakan pintunya terbuka bagi pihak yang memahami beratnya situasi, meski kesediaan partai-partai itu belum memastikan terbentuknya kesepakatan.
Netanyahu menuduh pemilu dicurangi oleh partai-partai Arab, tetapi klaim itu tidak didukung bukti. Badan keamanan Shin Bet menyelidiki kemungkinan campur tangan asing. Komite Pemilihan Umum Pusat dan Herzog menyatakan pemilu sah; bahkan jika pelanggaran ditemukan, dampaknya terhadap hasil dinilai tidak signifikan.
Taruhannya langsung terasa pada arah pemerintahan Israel: siapa pun yang membentuk koalisi harus menyeimbangkan tuntutan terkait identitas negara, layanan militer, dan perang. Eisenkot berupaya bergerak cepat, tetapi setiap jalur yang tersedia menuntut kompromi politik.
Anggota Knesset yang baru terpilih dijadwalkan dilantik pada Selasa malam. Netanyahu dan kabinetnya akan tetap menjalankan pemerintahan sementara dengan kewenangan terbatas sampai koalisi terbentuk.
Jika Eisenkot gagal setelah masa mandat dan kemungkinan perpanjangan, Netanyahu dapat mencoba membentuk pemerintahan; bila ia juga gagal, Israel akan kembali menggelar pemilu pada awal musim semi berikutnya.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.