MAJALENGKA — Genteng Majalengka mendapat peluang pesanan 3 juta keping dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada 2027, yang dapat memperluas pasar bagi pengrajin setempat. Menteri PKP Maruarar Sirait meminta para pelaku usaha meningkatkan mutu dan kapasitas produksi agar siap memenuhi pengadaan pemerintah.
Rencana itu menambah peluncuran 2,4 juta keping genteng yang dilakukan tahun ini di Sentra Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pesanan baru tersebut belum menjadi pengiriman yang terealisasi, tetapi memberi pengrajin waktu untuk menyiapkan produksi.
Genteng Majalengka masuk rencana pengadaan
Maruarar menyampaikan rencana pembelian itu dalam acara peluncuran genteng pada Minggu (8/11). Ia meminta pengrajin memanfaatkan waktu persiapan untuk memperbaiki kualitas dan meningkatkan kemampuan usaha.
“Kami akan pesan lagi tahun 2027 sebanyak 3 juta keping dari Majalengka. Tolong persiapkan, lebih baik lagi, lebih semangat lagi,” kata Maruarar.
Permintaan itu punya dampak langsung bagi sentra produksi. Jika pengrajin mampu menjaga mutu dan kapasitas, pesanan pemerintah berpotensi memberi pasar yang lebih jelas bagi usaha yang masih bertahan. Namun, target tersebut juga menuntut kesiapan produksi sebelum pengadaan berlangsung.
Maruarar mengatakan anggaran Kementerian PKP meningkat dari Rp 5 triliun pada tahun lalu menjadi sekitar Rp 11 triliun tahun ini. Ia mengaitkan kebutuhan genteng dengan besarnya program perumahan pemerintah, termasuk program bedah rumah di Jawa Barat.
Kebutuhan perumahan dan kapasitas pengrajin
Jawa Barat memiliki alokasi sekitar 49 ribu rumah untuk program bedah rumah tahun ini. Maruarar memperkirakan satu rumah membutuhkan rata-rata 250-300 keping genteng, sehingga kebutuhan untuk 50 ribu rumah dapat mencapai sekitar 12-14 juta keping.
Perkiraan itu menunjukkan kebutuhan program perumahan dapat melampaui pesanan 3 juta keping yang direncanakan untuk Majalengka. Angka tersebut bukan jumlah pesanan yang sudah dipastikan seluruhnya akan dipenuhi pengrajin setempat, tetapi menggambarkan besarnya kebutuhan genteng dalam program pemerintah.
Harga genteng dari pengrajin juga berbeda menurut jenisnya. Data Kementerian PKP mencatat kisaran harga Rp 2.500 hingga Rp 3.250 per buah.
Bagi masyarakat, ketersediaan produk dan kemampuan pengrajin memasok kebutuhan program menjadi bagian penting dari pelaksanaan perumahan. Bagi pelaku usaha Majalengka, peluang pasar itu datang saat jumlah UMKM genteng terus menyusut, dari ratusan usaha menjadi 34 UMKM yang masih bertahan.
Distribusi direncanakan ke empat provinsi
Maruarar meminta pemerintah daerah ikut menjaga keberlangsungan usaha para pengrajin. Ia secara khusus mendorong perhatian kepada 34 UMKM yang tersisa, terutama agar kualitas produk mereka mampu memenuhi kebutuhan pengadaan pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, ia memaparkan rencana distribusi genteng produksi Majalengka melalui 600 truk. Sebanyak 520 truk direncanakan menuju Jawa Barat, 60 truk ke Banten, 10 truk ke DKI Jakarta, dan 10 truk ke Jawa Timur.
Maruarar mengakui pengiriman belum sepenuhnya sesuai target awal. Karena itu, kesiapan produksi dan distribusi masih menjadi pekerjaan yang perlu dituntaskan sebelum rencana pengadaan berikutnya berjalan.
Ia kembali meminta pengrajin menyiapkan usaha mereka untuk pesanan yang direncanakan pada 2027. “Tolong persiapkan, lebih baik lagi, lebih semangat lagi,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait.










































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.