Senin, 9 November 2026 WIB
OLAHRAGA

Manchester United Terpuruk di Zona Degradasi, Carrick Bertahan

Manchester United Terpuruk di Zona Degradasi, Carrick Bertahan
Manchester United Terpuruk di Zona Degradasi, Carrick Bertahan

MANCHESTER — Manchester United tertahan di zona degradasi setelah bermain imbang 4-4 melawan Aston Villa pada Minggu, tetapi Michael Carrick mengatakan ia berharap tetap menangani tim. Hasil di kandang itu membuat United berada di urutan ketiga dari bawah, terpaut satu poin dari zona aman.

Dua gol pada masa tambahan waktu menyelamatkan satu poin bagi tuan rumah. Namun, hasil dramatis itu tidak menghentikan laju buruk mereka: United kini tanpa kemenangan dalam delapan pertandingan liga, rekor terpanjang klub pada era Premier League.

Manchester United masih menunggu kemenangan

Posisi ke-18 menjadi peringkat terendah United setelah menjalani 10 pertandingan liga utama sejak musim 1986/87. Saat itu, klub berada di urutan ke-20 pada tahap yang sama.

Tekanan terhadap Carrick pun meningkat menjelang jeda internasional November selama dua pekan. Hasil melawan Villa memberi United satu poin, tetapi belum mengubah keadaan mereka dalam persaingan menghindari degradasi.

Situasinya genting. Setiap poin berarti.

Ketika ditanya tentang masa depannya, Carrick menegaskan ia ingin melanjutkan pekerjaannya. Ia mengatakan tim memahami hasil mereka belum cukup baik, tetapi akan berusaha memperbaiki kesalahan dan kembali menang.

“Saya berharap bisa terus maju dan melanjutkan pekerjaan yang sudah kami lakukan,” kata Carrick. Ia juga menilai United menunjukkan sejumlah hal positif saat melawan Villa, meski masih perlu merapikan beberapa kesalahan.

Carrick yakin tim masih bisa bangkit

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Carrick menyatakan keyakinannya bahwa United masih memiliki kemampuan untuk membalikkan keadaan pada musim ini. Ia menyoroti gol-gol yang mereka berikan kepada lawan sebagai masalah yang harus segera diperbaiki.

“Seratus persen,” kata Carrick saat ditanya apakah timnya masih bisa bangkit. Ia menilai pertandingan ditentukan oleh momen di kedua kotak penalti dan menyebut United sebenarnya tampil lebih baik untuk sebagian besar laga.

Carrick mengaku kecewa karena timnya gagal menang. Menurutnya, gol yang sebenarnya bisa dihindari membuat pertandingan menjadi lebih sulit, sehingga perbaikan pertahanan menjadi tuntutan mendesak, bukan sekadar evaluasi umum.

Dampaknya langsung terasa pada posisi klub: United hanya berjarak satu poin dari zona aman, sementara rentetan delapan laga tanpa kemenangan terus menambah tekanan menjelang jeda kompetisi. Satu poin dari Villa belum cukup untuk membawa mereka keluar dari tiga posisi terbawah.

Kritik mengarah ke masalah klub

Gary Neville menilai pergantian pelatih saja tidak akan menyelesaikan persoalan United. Ia merujuk pada delapan manajer dalam 12 tahun dan berpendapat masalah klub juga mencakup perekrutan pemain, kinerja departemen, serta kepemimpinan dari tingkat atas hingga tim.

Neville menyebut sejumlah mantan pelatih United, termasuk Ruben Amorim, Erik ten Hag, Ole Gunnar Solskjaer, Carrick, Jose Mourinho, Louis van Gaal, David Moyes, dan Ralf Rangnick. Menurutnya, kegagalan berulang menunjukkan persoalan yang lebih luas daripada sosok yang berada di pinggir lapangan.

Ia juga mengkritik sikap tim dan menilai United kekurangan pemimpin di ruang ganti. Neville mengatakan para pemain harus saling menuntut lebih banyak, terutama saat tim terus kebobolan dan kehilangan poin.

“Mereka jelas kekurangan pemimpin di ruang ganti,” kata Neville.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →