Senin, 9 November 2026 WIB
POLITICS

Pemilu Selandia Baru 2026: Koalisi Luxon Unggul 67 dari 131 Kursi

Pemilu Selandia Baru 2026
Pemilu Selandia Baru 2026: Koalisi Luxon Unggul 67 dari 131 Kursi. (Ilustrasi: AI)

Koalisi pemerintah Selandia Baru mengantongi 67 dari 131 kursi parlemen setelah 100 persen suara biasa dihitung. Angka itu hanya satu kursi di atas batas mayoritas sederhana. Selisih setipis itu membuat Christopher Luxon berpeluang kembali menjadi perdana menteri.

Koalisi yang dipimpin Partai Nasional, partai konservatif, bersaing ketat dengan blok oposisi. Oposisi yang terdiri atas Partai Buruh, Partai Hijau, dan Partai Maori mendapat 57 kursi. Selisih kedua kubu 10 kursi, tapi garis mayoritasnya sangat dekat dari posisi koalisi.

Belum final

Hasil ini baru sementara. Penghitungan suara khusus belum dilakukan, dan jumlahnya sekitar 700.000 suara. Hasilnya baru akan masuk dalam beberapa hari ke depan.

Suara khusus berasal dari dua kelompok pemilih. Pertama, warga Selandia Baru yang mencoblos dari luar negeri. Kedua, pemilih yang memberikan suara di luar daerah pemilihan tempat mereka terdaftar. Keduanya belum masuk hitungan sementara.

Karena margin koalisi hanya satu kursi, pergeseran kecil dari suara khusus bisa mengubah peta. Itu sebabnya pengamat dan media setempat belum menyebut pemenang pasti. Sejumlah media di Indonesia menggambarkan pemilu ini sebagai persaingan yang ketat. Dua laporan menyebut partai kecil berpotensi menjadi penentu, salah satunya Opportunity.

Hitung-hitungan kursi

Parlemen Selandia Baru berisi 131 kursi. Koalisi pemerintah dan blok oposisi bersama-sama memegang 124 kursi, sehingga tujuh kursi sisanya berada di luar dua kubu itu. Dalam peta yang setipis ini, tujuh kursi tersebut berpotensi menentukan.

Bila hasil akhir bertahan, Luxon akan memimpin pemerintahan untuk masa jabatan tiga tahun kedua. Bila koalisi kehilangan satu kursi saja, mayoritasnya hilang dan pembentukan pemerintahan menjadi lebih rumit.

Jadwal hasil resmi

Komisi Pemilihan dijadwalkan mengumumkan hasil resmi akhir pada 27 November, termasuk suara khusus. Sampai tanggal itu, angka 67 untuk koalisi dan 57 untuk oposisi masih bisa berubah.

Dari 131 kursi, hanya satu kursi yang memisahkan koalisi Luxon dari kehilangan mayoritas.

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →