BPBD DKI Jakarta memetakan sekitar 200 RW yang masih rawan banjir dan genangan menjelang musim hujan 2026/2027. Badan itu juga menyiapkan 403 lokasi penampungan untuk menghadapi kemungkinan banjir pada 2027.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menyampaikan pemetaan dan kesiapan itu di Jakarta Selatan, Jumat. Puncak curah hujan diperkirakan terjadi pada Februari 2027.
Wilayah yang disebut rawan mencakup Rawa Buaya, Tegal Alur, Cawang, Kampung Melayu, dan Cililitan. Warga di kawasan tersebut berpotensi menghadapi genangan atau banjir saat hujan tinggi, sehingga kesiapan penampungan dan peringatan dini menjadi bagian dari langkah antisipasi.
Marulitua mengatakan, “terdapat kurang lebih 200 RW yang masih dalam kondisi titik rawan banjir dan genangan.” BPBD mengidentifikasi titik-titik itu melalui koordinasi yang dilakukan menjelang musim hujan.
Sebagian besar wilayah yang masuk pemetaan masih berada di titik rawan yang sama seperti sebelumnya. Hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu, sementara kondisi geografis berupa dataran rendah turut membuat sejumlah kawasan rentan terdampak.
Pemprov DKI menyusun langkah mitigasi bersama instansi terkait, termasuk TNI, Polri, BMKG, serta perangkat daerah. Koordinasi itu diarahkan untuk merencanakan respons terhadap potensi banjir yang dipicu curah hujan tinggi hingga ekstrem.
Sebanyak 403 lokasi penampungan disiapkan jika banjir terjadi pada 2027. Namun, daftar alamat penampungan tidak dirinci dalam keterangan yang disampaikan Marulitua.
BPBD juga menguji Disaster Early Warning System (DEWS) untuk memastikan informasi dari BMKG dapat diteruskan lebih awal kepada masyarakat. Sistem itu didukung SMS blast dan TV digital.
“Informasi yang kami terima dari BMKG itu bisa kami langsung elaborasi dan kami bisa sampaikan kepada masyarakat lebih awal,” kata Marulitua. Menurut dia, peringatan dini membantu warga menerima informasi sebelum banjir terjadi.
Penyampaian peringatan disesuaikan dengan status kesiapsiagaan. Pada siaga 1 dan siaga 2, BPBD menggunakan DEWS, SMS blast, serta TV digital, sedangkan pada siaga 3 informasi disampaikan melalui DEWS.
Menjelang puncak hujan pada Februari 2027, pemetaan wilayah, kesiapan tempat penampungan, dan pengujian kanal peringatan dini menjadi hal yang akan terus diperhatikan dalam antisipasi banjir Jakarta.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.