Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

AS Cegah Birth Tourism dengan Batalkan 600+ Visa Calon Ibu Hamil

Gedung Departemen Negara AS dengan bendera Amerika dan dokumen visa resmi yang dibatalkan
Task force birth tourism AS membatalkan 600+ visa warga asing untuk cegah eksploitasi kewarganegaraan. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Administrasi Trump membentuk satuan tugas khusus untuk menghentikan praktik birth tourism setelah Mahkamah Agung AS menolak upaya merevisi hak kewarganegaraan berdasarkan kelahiran. Departemen Negara AS mengumumkan lebih dari 600 visa sudah dibatalkan dari warga asing di seluruh dunia.

Satuan tugas Birth Tourism Prevention Task Force bekerja sama dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Dalam lembar fakta resmi, Departemen Negara menyatakan sedang “menggunakan semua alat yang tersedia untuk mempertahankan integritas kewarganegaraan AS, memastikan visa non-imigran digunakan hanya untuk tujuan yang sah, dan mencegah eksploitasi melalui birth tourism”.

Skala Pembatalan Visa Meluas

Pembatalan visa birth tourism adalah bagian dari upaya lebih luas. Departemen Negara mengumumkan minggu lalu telah membatalkan lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali berkuasa. Dalam konteks birth tourism khususnya, lebih dari 100 visa dibatalkan oleh sebuah kedutaan AS di kawasan Afrika Utara.

Salah satu kasus nyata yang diungkapkan: sepasang suami istri menggunakan konferensi dan liburan belanja sebagai alasan untuk menutupi niat melahirkan dua anak di AS.

Meskipun melahirkan saat berkunjung ke AS tidak secara langsung merupakan tindak pidana, penuntutan atas skema birth tourism mencakup tuduhan penipuan visa, konspirasi, pencucian uang, dan pelanggaran lainnya yang melibatkan traveler yang menyembunyikan tujuan kunjungan mereka.

Reaksi Pasca Putusan Mahkamah Agung

Pembentukan task force ini adalah langkah terbaru setelah Mahkamah Agung menolak, dengan suara 6-3 pada 30 Juni, perintah eksekutif Trump untuk membatasi keturunan (birthright citizenship). Putusan tersebut menyatakan bahwa anak-anak lahir di Amerika kepada orang tua yang hadir secara tidak sah atau sementara adalah warga negara sejak lahir berdasarkan Amandemen ke-14.

Setelah kalah di pengadilan, administrasi Trump beralih fokus ke birth tourism, terutama menyoroti kasus melibatkan warga China. Trump bahkan menulis di media sosial seusai putusan: “Saya ingin mengucapkan selamat kepada Presiden Xi dan Negara Besar China atas kemenangan Birthright Citizenship yang luar biasa besar!”

Minggu lalu, Trump menandatangani dua perintah eksekutif tambahan. Satu mengarahkan pejabat untuk memperkuat penyaringan visa, menyelidiki operasi birth tourism yang dicurigai, dan mempertimbangkan tindakan hukum terhadap bisnis yang memfasilitasi praktik tersebut.

Perintah lainnya berusaha memperluas kategori anak-anak yang White House klaim tidak berhak atas birthright citizenship, mengarahkan lembaga federal meninjau pembatasan hukum yang tersisa.

Skala Birth Tourism Relatif Kecil

Tidak ada data federal yang mengukur birth tourism secara komprehensif. Namun, peneliti Penn State memperkirakan birth tourism hanya menyumbang kurang dari 0,3 persen dari semua kelahiran AS dalam setahun dari 2014 hingga 2024.

“Birth tourism tahunan, diukur dari ibu yang lahir di luar negeri melahirkan di AS ke anak yang tidak tetap menjadi penduduk AS, bahkan pada puncaknya pada 2015, mewakili kurang dari 0,3 persen dari semua kelahiran AS,” demikian kesimpulan penelitian tersebut.

Dalam periode kedua Trump di kursi kepresidenan, fokusnya meluas ke kontrol imigran legal dan ilegal, dengan jangkauan luas yang memengaruhi hampir setiap bagian sistem.

Pada hari pertama kembali berkuasa, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan lembaga federal untuk tidak mengakui kewarganegaraan anak-anak lahir di AS ketika orang tua mereka tidak berdokumen atau hadir dengan visa sementara—termasuk kategori pekerja terampil dan pelajar.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 13 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online