Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
WISATA

Penjualan Pasar Perumahan Sepanjang 2020 di Jabodebek–Banten Anjlok 31,8 Persen

Penjualan Pasar Perumahan Sepanjang 2020 di Jabodebek
Penjualan pasar perumahan sepanjang 2020 di Jabodebek–Banten sebagai benchmark perumahan nasional anjlok 31,8 persen dibandingkan dengan penjualan pada 2019. Ilustrasi perumahan (net)

“Namun, yang menarik, penjualan segmen harga rumah Rp1 miliar hingga Rp2 miliar pada tahun lalu justru meningkat 12,5 persen dibandingkan dengan sebelumnya,”

Jakarta, Journalarta.com – Penjualan pasar perumahan sepanjang 2020 di Jabodebek–Banten sebagai benchmark perumahan nasional anjlok 31,8 persen dibandingkan dengan penjualan pada 2019 dan merupakan tingkat penjualan terendah sejak siklus properti melambat pada 2013.

Menurut CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, penjualan segmen harga di bawah Rp300 juta mengalami tekanan terbesar dengan penurunan sepanjang 2020 sebesar 42,9 persen, diikuti segmen rumah di harga lebih dari Rp2 miliar yang anjlok 41,1 persen.

Sementara itu, di segmen harga menengah dari Rp301 juta hingga Rp500 juta dan segmen Rp501 juta sampai Rp1 miliar juga menurun masing-masing 34,2 persen dan 25,6 persen.

“Namun, yang menarik, penjualan segmen harga rumah Rp1 miliar hingga Rp2 miliar pada tahun lalu justru meningkat 12,5 persen dibandingkan dengan sebelumnya,” ungkap Ali pada Selasa (12/1/2021).

Dia mengutarakan bahwa segmen pasar terus bergeser ke yang lebih rendah dan menjadikan pasar rumah segmen menengah menjadi cukup besar sampai kisaran Rp2 miliar.

Sebagian pasar menengah relatif tidak melakukan pembelian rumah dan terpaksa menunda pembeliannya. Sementara itu, di segmen bawah dengan kondisi saat ini relatif kehabisan daya beli untuk membeli segmen rumah di bawah Rp300 jutaan.

Seperti perkiraan IPW sebelumnya, meskipun pasar menengah bawah tertekan, pasar properti masih cukup baik ditopang dengan potensi daya beli yang ada, walaupun masih diwarnai penundaan pembelian.

“Golongan masyarakat menengah sampai atas diperkirakan menjadi ‘penyelamat’ di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian,” ungkap Ali.

Baca juga : Dorry Setiawan : Pengembang Indonesia Hadir Untuk Membangun Bangka Belitung

Memasuki 2021, sebagian pengembang masih optimis untuk dapat membukukan penjualan yang lebih baik dibandingkan dengan 2020. Meskipun demikian, lanjutnya, perlu diperhatikan beberapa hal terkait dengan faktor yang saat ini sangat memengaruhi penjualan ke depan.

Menurutnya, pasar properti 2021 masih sangat tidak stabil. Oleh sebab itu, pengembang harus dapat membaca dinamika pasar lebih baik lagi karena kondisi pasar masih sangat rentan.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda