Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
WISATA

Penjualan Pasar Perumahan Sepanjang 2020 di Jabodebek–Banten Anjlok 31,8 Persen

Penjualan Pasar Perumahan Sepanjang 2020 di Jabodebek
Penjualan pasar perumahan sepanjang 2020 di Jabodebek–Banten sebagai benchmark perumahan nasional anjlok 31,8 persen dibandingkan dengan penjualan pada 2019. Ilustrasi perumahan (net)

Tidak ada yang dapat memperkirakan dengan tepat kapan properti naik, karena ini bukan statistik ekonomi yang dapat diperhitungkan.

Celah pasar di segmen tertentu masih sangat berpeluang meskipun masih dibayangi risiko pasar terkait beberapa faktor yang akan sangat memengaruhi pasar antara lain penerapan kebijakan PSBB, harapan vaksin, dan skenario pemulihan ekonomi Indonesia ke depan, serta kondisi ekonomi global ke depan.

Berdasarkan analisis IPW, kata Ali, pergerakan penjualan perumahan sangat dipengaruhi penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Letika PSBB diperketat, pasar perumahan turun signifikan.

Meskipun para pengembang tetap melakukan adaptasi ke sistem pemasaran digital, ucap Ali, hal itu relatif belum dapat menjamin meningkatnya transaksi, karena karakter pasar properti tidak dapat seluruhnya diserahkan melalui mekanisme online.

Dia memprediksi minat pasar akan tertunda dan akan direalisasikan ketika PSBB dilonggarkan. “Oleh karena itu, kebijakan PSBB akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan siklus penjualan.”

Dia menambahkan masih tingginya peningkatan kasus Covid-19 memungkinkan kebijakan PSBB yang lebih ketat, yang akan memukul pasar perumahan.

Disiplin masyarakat masih sangat rendah, belum lagi bila diperhatikan ada beberapa perayaan besar sepanjang tahun 2021 mulai Imlek pada Februari sampai Idul Fitri pada Mei dengan waktu libur yang cukup banyak diperkirakan berpotensi menjadi klaster baru bila masyarakat tidak ketat menerapkan protokol kesehatan.

Vaksin menjadi harapan saat ini untuk dapat memberikan optimisme membaiknya pasar perumahan. Dengan uji klinis vaksin saat ini relatif sudah cukup efektif meskipun diperkirakan beberapa ahli masih akan disempurnakan ke depan.

Melihat dari jangka waktu pemberian vaksin sampai 1 tahun ke depan, diperkirakan efektivitas vaksin baru terlihat pada pertengahan 2021.

“Jangan sampai pemberian vaksin ini membuat masyarakat lengah sehingga efektivitas vaksin tidak dapat mengejar optimisme yang berlebihan dari masyarakat sehingga melepaskan protokol kesehatan,” ucap Ali.(Bisnis.com)

Baca juga :Menperin Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen di Tahun 2021

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda