Tidak di pungkiri aktifitas penambang ponton-ponton Ti apung dilaut Bakik dan perairan Teluk Kelabat Dalam saat itu tidak ada yang beraktifitas di laut berhasil memperjuangkan masyarakat nelayan dan pesisir mempertahankan daerah tangkap nelayan dan mengawal Perda Zonasi RZWP-3-K.
Ada tokoh masyarakat (Tomas) yang saat itu peduli dan berpihak dengan kepentingan dan kelangsungan nasib masyarakat nelayan Bakik dan masyarakat pesisir di perairan Teluk Kelabat Dalam.
Sosok yang dirindukan oleh masyarakat nelayan adalah Bambang alias Sopian mantan Kepada Desa Bakik yang dulu sangat gigih dan berani berjuang bersama masyarakat nelayan untuk mempertahankan daerah tangkap nelayan di laut Bakik dan perairan Teluk Kelabat Dalam terbebas dari aktifitas penambangan timah yang merusak sumber mata pencaharian masyarakat nelayan.
Selain itu, perjuangan masyarakat nelayan bersama Bambang banyak mendapatkan dukungan dan simpatik dari Gubernur Babel, wakil rakyat di DPRD Bangka Barat, DPRD Bangka Belitung, Presiden Suara Independen Rakyat Indonesia (SIRI) Tjandra Setiadji SH MH, Direktur LKPI (Lembaga Kelautan dan Perikanan) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bujang Musa SH dan menjadi perhatian pemerintah pusat.
Kemudian, hasil rapat koordinasi Forkopimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditindaklanjuti oleh APH Babel khususnya pihak kepolisian dari Polda Kep Babel, Polres Bangka dan Polres Bangka Barat saat itu melakukan penertiban ponton-ponton Ti apung yang menambang dikawasan perairan Teluk Kelabat Dalam dan sekitarnya.
Namun sayangnya, saat ini Bambang tokoh masyarakat desa Bakik Pejuang masyarakat nelayan dan pesisir tidak lagi terdengar suaranya yang lantang, seperti beberapa waktu itu dengan gigih dan berani menggunakan perahu motor mendatangi penambang di ponton-ponton Ti apung menghardik dan mengusir para penambang timah ilegal yang beraktifitas di perairan Teluk Kelabat Dalam.
Publik Babel bertanya Bambang Tokoh Masyarakat Bakik pahlawan bagi masyarakat nelayan dan pesisir?
“Dulu kami ada pak Bambang, yang berjuang bersama kami namun sekarang tidak ada yang membela perjuangan kami,” Ungkap SP mengaku nelayan dari desa Cupat Jebus.
Baca juga: Aktivitas Tambang PT LSM Didukung Penuh Oleh Masyarakat Mantung
