Sesungguhnya semua itu tidak terlepas dari kepentingan negara-negara adikuasa yang ingin menguasai sumber daya alam suatu negara tertentu yang dianggap kaya dengan memanfaatkan kelompok-kelompok manusia ambisius sebagai bonekanya. Salah satu strateginya yaitu dengan memanfaatkan fanatisme agama sebagai dogma yang paling murah dan paling efektif seperti yang selama ini terus mereka mainkan di berbagai negara yang jadi target operasinya sebagai contoh seperti yang terjadi di Libya, Turki, Suriah dan Afganistan.
Dengan gambaran diatas tadi, lalu relakah jika negara kita dikuasai mereka ? Sekali lagi relakah jika negara kita dikuasai mereka ??
Mereka sesungguhnya merupakan kelompok-kelompok ambisius yang serakah, yang senantiasa menjual agama demi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya yang tidak ada kaitanya sama sekali dengan Islam sebagai agama yang Rahmatan lil Alamin. Sekali lagi gerakan mereka tidak ada kaitanya sama sekali dengan Islam sebagai agama yang Rahmatan lil alamin.
Maka dari itu, jika kita masih mencintai NKRI dan masih menginginkan NKRI tetap berdiri sebagai bangsa dan negara yang utuh dan berdaulat, mari kita satukan seluruh komponen kekuatan kita, baik suku, ras, agama, moril maupun materil, untuk bersama-sama melawan mereka dimana saat ini salah satu perjuangan bersama itu kebetulan ada di kota Garut yang diwadahi ALMAGARI.
Untuk itu mari kita jadikan perjuangan Garut sebagai perjuangan nasional kita bersama. Jangan biarkan Garut berjuang sendirian, sementara mereka lawan kita, bersatu ramai menghantam Garut.
Ingat satu langkah kecil di Garut akan jadi langkah besar di Indonesia, mungkin memang harus di mulai dengan Garut untuk meluruskan Garut dari darurat NII kembali sebagai Garuda Utama di Indonesia.
Mari kita perangi gerakan mereka sekecil apapun, jangan beri mereka kesempatan walau hanya satu inci sekalipun dan jangan biarkan mereka terus tumbuh dan berkembang menjadi virus-virus yang menggerogoti bangsa dan negara dari dalam yang memang pada kenyataanya mereka sangat anti pancasila dan UUD 45, sehingga menganggap para pejabat negarapun sebagai Thogut (Penyembah Setan).
Maka dengan demikian sudah sangat layak jika mereka dikategorikan sebagai penghianat bangsa. Jangan beri ampun, sikat habis mereka-mereka para penghianat bangsa. Sudah saatnya kita pakai jurus NOBAT (Nongol Langsung Babat).
Ora Et Labora, mari kita berjuang, mari kita bekerja sambil berdoa.(KBO Babel)
Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N. merupakan seorang Purnawirawan perwira tinggi Polri yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Utama Sespimti Lemdiklat Polri.
