Peningkatan kekurangan pangan pada 2021 juga sejalan dengan peningkatan angka kemiskinan yang mencapai 9,71% pada tahun 2021. Menurut BPS, prevalensi ketidakcukupan pangan merupakan suatu kondisi di mana seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk menyediakan energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat. Semakin tinggi prevalensi ketidakcukupan pangan, maka semakin tinggi pula persentase penduduk yang mengkonsumsi makanan, tetapi kurang dari kebutuhan energinya. Indikator ini juga dapat menggambarkan perubahan ketersediaan makanan dan kemampuan rumah tangga untuk mengakses makanan.
Isu pangan merupakan isu yang berkaitan dengan isu SDGs dinomor sebelumnya yaitu tanpa kemiskinan, karena orang yang miskin sudah tentu tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya dan makanan yang sehat maka mereka berada ditempat yang memiliki risiko tinggi kerawanan pangan dan kekurangan gizi, dan itu merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang melekat pada diri seorang manusia yang tidak dapat dikurangi apalagi dicabut dan persoalan kekurangan pangan dan gizi yang sehat bukan hanya soal angka statistik karena sekecil apapun angka statistiknya didalamnya terdapat persoalan manusia yang terancam hidupnya.
Dunia globalisasi kita adalah dunia di mana ekonomi, budaya, dan populasi kita menjadi semakin saling berhubungan. Beberapa dari kita mungkin memiliki kehidupan yang rentan karena siapa kita atau di mana kita tinggal, tetapi kenyataannya adalah kita semua rapuh. Karena ketika seseorang tertinggal, sebuah rantai pun telah putus. Ini tidak hanya berdampak pada kehidupan orang itu, tetapi juga kehidupan kita.
Dalam menghadapi krisis global, solusi global dibutuhkan lebih dari sebelumnya. Dengan menargetkan produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik, kita dapat mengubah sistem pangan pertanian dan membangun ke depan dengan lebih baik dengan menerapkan solusi berkelanjutan dan holistik yang mempertimbangkan pembangunan dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan ketahanan yang lebih besar.
Sudah berapa lama concern terhadap isu ini dan apa yang telah dilakukan?