Sejak kecil sebenarnya namun saat itu kan belum memahami konsep akademisnya ya jadi masih global saja bahwa sekitar kita harus dibantu perkara gizi yang lebih baik. Orang tua selalu mengajarkan setiap mereka habis gajian membelikan makanan sehat seperti susu, beras, telur, mie, kecap, saus, minyak di beberapa goodie bag untuk dibagikan ke orang yang memiliki kerawanan tinggi terhadap kekurangan gizi.
Saya mulai mengkampanyekan lagi isu pangan sejak 2014 dan mulai aktif dalam kegiatan sosial organisasi-organisasi yang saya ikuti. Namun sejak pandemi 2020 kemarin lebih terasa bahwa SDGs nomor 2 ini tanpa kelaparan dimana targetnya adalah menghilangkan kelaparan dan menjamin akses bagi semua orang khususnya orang miskin dan mereka yang berada dalam kondisi rentan termasuk bayi, terhadap makanan yang aman, bergizi, dan cukup sepanjang tahun sangat terlihat samar mengingat bantuan sosial banyak yang dikorupsi bahkan oleh orang-orang di pemerintahannya.
Kemarin pada saat hari pangan sedunia saya berkunjung ke Kabupaten Subang berbincang mengenai ketahanan pangan di Subang selaku lumbung pangan nasional dan jawa barat juga melihat bagaimana mesin yang luar biasa hebat yang didapat dari bantuan komisi IV untuk mengolah menjadi beras, itu luar biasa karena tidak semua kelompok tani mendapatkan bantuan seperti itu. Mengingat pada 2030 kita harus mampu menggandakan produktivitas pertanian dan pendapatan produsen makanan skala kecil. Saya juga berkunjung ke PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) KUMKM Kabupaten Subang, bertukar ilmu dan pengetahuan serta informasi apa yang dapat kita lakukan kedepan untuk dapat memajukan UMKM terhadap akses yang lebih baik sehingga lebih produktif dan memiliki peluang nilai tambah.
Kami juga berbincang bagaimana Kabupaten Subang mengatasi stunting karena target 2023 ditetapkan zero stunting, dan cukup menarik karena mereka mengangkat anak untuk diberikan gizi yang lebih baik, kepada daerah dan ketua DPRD nya sendiri mengambil 4 anak untuk diangkat dan dipastikan gizi yang diterima mereka lebih baik.
Apa pembelajaran yang perlu diperbaiki?