Agus Adaw Katakan Hanya Ridwan Djamaludin Yang Berani Dan Tegas Melawan Mafia Timah
Pangkalpinang, Journalarta.com – Gonjang ganjing berakhirnya masa jabatan Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep Babel) menjadi trending topik pembicaraan di ruang publik baik WA grup (whatsapp) sampai ke media sosial (medsos) lainnya.
Terlebih postingan link berita dari sejumlah media online telah mengungkapkan hasil dari rapat pimpinan (Rapim) ketua dan pimpinan fraksi DPRD Kepulauan Bangka Belitung (Kep Babel) setidaknya menyebutkan ada 3 (tiga) nama pejabat eselon I yang digadangkan sebagai calon Pj Gubernur Kep Babel diusulkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan sepertinya hasil rapim DPRD Kep Babel sudah final.
Tentunya topik pembicaraan gonjang ganjing siapa pejabat yang layak menjadi sebagai Pj Gubernur Kep Babel, dan ini yang menarik bagi masyarakat Babel itu sendiri saling mendukung jagoannya.
Ketiga nama yang diusulkan tersebut, 2 (dua) nama pejabat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kep Babel dan 1 (satu) orang dari Pemerintah Pusat yakni Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dan ketiga pejabat yang diusulkan dari hasil rapat DPRD Kep Babel, antara lain : 1. Kemas Akhmad Tajuddin SH MH, 2. Dr. Naziarto SH MH, 3. Dr. Yang Meganwandi SH MH. Ketiganya merupakan pejabat eselon I yang sama-sama memasuki massa persiapan pensiun (MPP).
Lantas yang menjadi pertanyaan masyarakat atau publik Babel ?
Ridwan Djamaluddin putra daerah kelahiran Mentok Bangka Barat tidak masuk dalam usulan rapat pimpinan Ketua dan pimpinan Ketua Fraksi DPRD Kepulauan Bangka Belitung.
Apa ia sudah pasti akan dipensiunkan oleh Presiden ?
Ataukah ada yang salah dengan kepimpinan Ridwan Djamaluddin selama dirinya melaksanakan tugas menjabat Pj Gubernur Kep Babel ?
Atau barangkali Ridwan tidak bisa diajak bekerjasama (kompromi) untuk sedikit berpihak dengan kepentingan aktifitas tambang timah ilegal yang sudah tertata rapi dalam sistem “Koordinasi” oleh kolektor timah atau cukong timah ilegal.
Bukan rahasia umum lagi sistem “Koordinasi” beraktifitas tambang ilegal di negeri Serumpun Sebalai terus dipelihara dengan baik dan rapi oleh cukong timah bersama oknum APH, yang sudah terlanjur masuk dalam jebakan “Batman” sang Cukong.