Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
OPINI

Upin Ipin & Kedunguan Pemimpin

Upin Ipin & Kedunguan Pemimpin
Foto: Oleh: AHMADI SOFYAN   Pangkalpinang, Journalarta.com - MENJADI pemimpin, tidaklah cukup berperilaku seperti Upin Ipin, mengundang keceriaan karena tingkah…

Sejak beberapa bulan lalu dan terlebih beberapa minggu terakhir ini, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berbunyi “klontang-klonteng”, riuh dengan berbagai persoalan remeh temeh, dari mulai flexing isteri pejabat, klarifikasi dan investigasi KPK, “maling besar”, “penolakan masyarakat nelayan akan tambang, siswi Paskibraka yang tertukar atau sengaja ditukar, yang sebetulnya tidak butuh untuk diriuhkan atau dihiruk pikuk-kan di negeri ini. Sebab itu masalah sangatlah remeh temeh, tapi sebab kedunguan Upin jadi pemimpin misalnya, serta sebab Ipin, Mail, Ehsan, Fizi yang kritis, ditambah Jarjit Singh yang menjilat agar dapat materi yang memadai, lantas Mei-Mei dan Susanti yang sibuk ngumpulin barang mewah dan flexing, akhirnya persoalan semakin menjadi beban bagi anak negeri.

Kepada kawan seperjalanan ke kebun, saya katakan bahwa Upin bukanlah pemimpin yang baik sebab sangat kekanak-kanakan, sedng Ipin juga tidak layak menjadi pemimpin. Tapi Ipin sadar diri, sehingga ia menyendiri dan keluar dari hiruk pikuk negeri sambil mentertawakan Ipin yang kian panik. Upin hendaknya introspeksi diri dan tidak lagi arogan sebab jabatan hanyalah sesaat, sedangkan Ipin jangan melalui bikin Ipin “ringem” sebagai seorang pemimpin.

“Betul, betul, betul…?? Tuk, Atuuk, ooo Atuk…..!”. begitu kompaknya Upin dan Ipin memanggil dengan penuh keceriaan dan kasih sayang kepada Tok Dalang sehingga negeri mereka nampak damai, tenang, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Sayangnya, itu hanya ada dalam film animasi “Upin dan Upin”.

Salam Upin Ipin!(*)

 

Tentang Penulis : 

Ahmadi Sofyan, dikenal dengan panggilan “Atok Kulop”. Telah menulis lebih dari 80-an judul buku/novel serta 1.000 –an opini “tajamnya” dimuat di berbagai media cetak dan online. Sosok dikenal sebagai pemerhati budaya dan sosial ini banyak menghabiskan waktunya di Pundok Kebun tepi sungai dalam kesunyian belantara, namun tetap memantau perkembangan negeri dan “mentertawakannya”.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda