Sulawesi Tengah, Journalarta.com – Danau Poso merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia setelah Danau Toba di Sumatra Utara dan Danau Singkarak di Sumatra Barat. Danau Poso terletak di rute jalur utama dari Toraja di bagian Selatan dan Gorontalo – Manado di bagian Utara.
Danau Poso terkenal dengan pasirnya yang berwarna kuning keemasan. Gelombang air di danau ini juga mirip dengan gelombang laut.
Jika diperhatikan secara seksama, warna air di Danau Poso cukup unik. Di bagian pinggir danau, air berwarna hijau dan terdapat perbedaan dengan warna air di bagian tengah danau dimana air berwarna biru.
Berada di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut, danau dengan luas seluas 32.000 Ha membentang luas dari utara ke selatan dan mempunyai kedalaman mencapai 450 meter.
Danau Poso yang terletak di Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah ini menyimpan kecantikan yang tak kalah jika dibandingkan dengan danau-danau lain yang ada di Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Diah Agustiningsih mengusulkan Penetapan Warisan Geologi kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjadi dasar dalam pengembangan Taman Bumi atau Geopark.
Hal itu karena melihat potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi menjadi destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kami telah menyelesaikan kajian usulan untuk menjadikan Danau Poso sebagai kawasan Geopark. Hasil kajian dari akademisi dan ahli tersebut sudah kami serahkan kepada Gubernur Sulawesi Tengah 18 Agustus tahun lalu,” ujar Diah dalam talkshow di acara Puncak Peringatan Kampanye Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) dikutip, Sabtu (5/7/2023).
Ia menjelaskan, usulan untuk menjadikan situs warisan geologis Danau Poso ini juga didorong oleh keinginan masyarakat dari berbagai lapisan dimana tergabung didalamnya agamawan, peneliti dan juga para sejarawan.
Menurut Diah, Danau Poso layak dijadikan Pusat Geopark juga karena telah memenuhi syarat antara lain Danau Purba, Pusat Penelitian Biologi karena ada 20 Jenis Endemi dan memiliki Pusat Arkeologi.
