Menyoroti hal itu, Andi Perancis langsung mendatangi Kantor PUPR Kabupaten Bangka untuk menanyakan pekerjaan proyek tersebut yang pengerjaannya berantankan dan hancur tidak sesuai RAB dan spesifikasi.

“Kami selaku bagian dari masyarakat Ormas Laskar Merah Putih Indonesia dan mewakili seluruh pengurus bertemu dengan Plt Kadis PUPR memberitahukan permasalahan proyek tersebut. Setelah mendengar penjelasan dari Kadis Plt PUPR bahwa penjelasan dari seorang kepala dinas tidak memuaskan bagi kami,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Andi, Kadis Plt mengatakan untuk lebih jelas terkair proyek tersebut agar dirinya dan awak media langsung menemui Kepala Bidang (Kabid).
“Saat kami temui Kabid tidak ada di tempat, begitu juga saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon dan Whatapps di nomer 0853-5745-2XXX juga tidak ada jawaban atau balasan. Semestinya sebagai aparatur pemerintah harus menerima keberadaan masyarakat dan mendengar aspirasi masyarakat. Bahkan untuk Plt Kadis sendiri saat ditanyai namanya siapa, tidak mau memberitahu,” cetusnya.
Menurut Andi, pihaknya menyimpulkan dalam pengerjaan proyek pengerasan bahu jalan Air Duren-Tua Tunu menjadi tanda tanya besar ada apa didalam tanda kutip pihak-pihak terkait tidak mau ditemui dan menerima telpon dan membalas whats app.
“Selaku organisasi masyarakat kami menduga pihak PUPR Kabupaten Bangka dan kontraktor penerima pekerjaan melakukan pemufakatan kotor dari pekerjaan di Wilayah Air duren-Tua Tunu ini,” tandasnya.
Diketahui, proyek tersebut dalam kegiatannya bersumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bangka tahun Anggaran 2023. Pekerjaan Pengerasan bahu jalan Air Duren-Tua berlokasi di Kecamatan Mendo Barat yang pelaksanaanya dikerjakan oleh CV. Putra Bangka Kontruksi dengan Nomor Kontrak 620/408.17/SPK/APBD/II/2023 dan tanggal Kontrak 6 juli 2023 dengan Nilai Kontrak sebesar Rp.194.200.000.00 (Seratus Sembilan Puluh Empat Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) dan tanggal Pelaksana 06 juli 2023 S/D 02 November 2023.
Hingga berita ini ditayangkan untuk diketahui publik, tim redaksi masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak-pihak terkait demi perimbangan berita.(*)
