Bogor, Journalarta.com – Kasus kekerasan terhadap jurnalis terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Hal inipun menimpa wartawan AMTV yang sedang meliput sebuah Seni Tradisional Gambang Kromong atau yang lebih dikenal dengan nama Cokek.
Wartawan sekaligus Pimpinan Redaksi (Pimred) AMTV , Astara Wijaya mendapatkan kekerasan dari seseorang yang berinisial “W” warga Desa Cilaku dilokasi kesenian Gambang Kromong di Kp. Cibangsa RT/RW. 001/03 Desa Singabangsa Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, pada pukul 23.05 Wib.
Diduga tindakan kekerasan sekaligus intimidasi tersebut, karena kekesalan “W” yang mendapat laporan dari seseorang kalau usahannya diberitakan oleh korban lalu mengalami kebangkrutan. Perlu diketahui “W” merupakan pengusaha tahu yang berlokasi diKp.Nangerang Desa Cilaku, Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor.
Saat Astara sedang meliput acara kesenian Gambang Kromong, tiba-tiba dibentak dan diseret didepan umum serta disalahkan dan diintimidasi oleh “W”, padahal korban tidak mengetahui soal Pemberitaan Pabrik Tahu miliknya dan memang tidak pernah menulis berita tentang usaha pabrik tahu milik pelaku.
“Saya juga tidak tau apa masalahnya, tau-tau “W” menarik saya dan marah-marah, sambil miting dan berteriak ditelinga saya. “Gara-gara kamu saya bangkrut, kamu yang memberitakan usaha saya dan bikin bangkrut usaha saya”. Kapan ketemu dengan saya , Awas kamu…saya habisi”. ungkap korban sambil menirukan gaya dan bahasa dari pelaku.
Ia menambahkan kalau “W” mencekik dirinya dengan melingkarkan tangannya dilehernya (dipiting) sambil menarik-narik disaksikan para rekan-rekan “W”. Diduga “W” melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan AMTV dalam keadaan pengaruh minuman keras.
Sementara itu, saat dihubungi via telepon oleh jurnalis AMTV, Hamid selaku Sekretaris Desa Singabangsa, membenarkan adanya kejadian tersebut dan mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Untuk masalahnya saya tidak tau, yang saya tau sudah ada kejadian tersebut, karena kejadian tersebut ada diwilayah saya, makanya saya melerai dan langsung mengamankan sodara Astara agar tidak terjadi keributan dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan”. Ucapnya
Astara menjelaskan, sekitar jam 20.00 WIB, dirinya sedang melakukan peliputan kesenian Gambang Kromong, mulanya berjalan lancar tanpa ada gangguan. Namun setelah jam 23.05 WIB dirinya tau-tau mendapat kekerasan fisik dari “W” dengan cara mempiting sambil mengancam atau mengintimidasi kalau ini belum berakhir dan akan ada tindakan lanjutan.
