Dan relevansinya dengan pekerjaan seorang penulis, bisalah dipahami sebagai bagian dari cara penulis mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebab dengan menulis yang baik untuk orang banyak itu – mulai dari membangun narasi tulisan hingga ide atau gagasan yang hendak dibungkus dalam satu paket kemasan yang hendak disajikan kepada khalayak pembaca pasti merupakan pilihan terbaik dari yang terbaik dari semua yang apa yang dia miliki. Sebab tulisan yang hendak persembahkan bagi khalayak ramai itu sejak mula telah disadari sebagai bagian dari ibadah.
Bukan demi dan untuk popularitas atau gagah-gagahan. Karena itu bagi seorang kawan penulis yang sudah memasuki usia senja, menulis baginya sama seperti keindahan mengukir batu nisan dirinya sendiri yang kelak akan menjadi penuntun para peziarah mengirim do’a kepada dirinya yang telah asyik di alam sana.
Ketika sang penulis yang sesungguhnya juga penyair itu berkata bahwa menulis itu bagi dirinya semacam upaya mengukir batu nisan dirinya sendiri, aku pun terperangah kaget sekaligus takjub. Seakan sedang mendengar saat dia bersyair bersama ombak di Pantai Parang Tritis yang mistis di Jawa Tengah itu.
Sungguh, aku terkagum dan takjub, hingga topik bahasan tentang menulis sebagai salah satu cara terbaik membangun dan merawat akal sehat telah terlalu jauh melampaui akal sehat itu sendiri. Sehingga masalah egoistis dan sikap pongah yang harus dikikis agar tidak selalu merasa paling benar jadi terlupa untuk menjadi topik bahasan yang tidal boleh dilupakan.
Pendek kata , dalam proses dan mekanisme tata dari dialektika yang paling njelimet sekalipun, dalam rangkaian usaha untuk melahirkan sebuah tulisan, mengalir dari ide ke otak, lalu terserap dan mengendap di dalam hati, hingga nilai-nilai humanisme, kemanusiaan tetap mulia dan terjaga. Karena itulah esensi dari upaya terbaik dalam hasrat membangun dan merawat akal sehat. Terutama bagi Opa dan Oma supaya bisa makin asyik menikmati masa pensiun yang membahagiakan, meski dengan tunjangan dana yang pas-pasan. Karena duit dari pemerintah belum berlebihan. Bila tidak, mana mungkin honoraria bagi penulis tidak segera diberikan.(*)
Banten, 30 Agustus 2023