Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
OPINI

Potensi Media Sosial di Indonesia Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal

Media Sosial
Ilustrasi Media Sosial. (Foto: Ist)

Kecuali itu, tentu saja budaya keterbukaan dari partai politik akan membangun suasana yang lebih kondusif dan pintu rekruitmen anggota maupun calon kader partai yang tangguh. Sehingga proses demokrasi tidak membeku dalam lingkungan elite partai yang tampak masih sangat dominan untuk dikeloni oleh jajaran pengurus pusat yang ingin berkuasa secara permanen.

Kecenderungan untuk berkuasa sepanjang masa ini tentu saja bisa diproyeksi jika yang bersangkutan menduduki jabatan tertentu di pemerintahan. Oleh karena itu, secara ideologis sungguh sangat sulit untuk menandai komitmen dari sejumlah petinggi partai politik di Indonesia.

Akibatnya pun, proses kaderisasi jadi macet. Mandek, seperti sama sekali tidak berjalan. Indikatornya, toh bisa ditilik dari jumlah kader partai yang tumbuh, sebab lebih dominan justru lebih banyak yang layu sebelum berkembang.

Peran jurnalis online pun bisa mengisi celah yang kosong ini untuk bertumbuhnya kaderisasi partai politik yang sehat dan segar. Demikian juga jalinan kerja sama jurnalis online dengan instansi lainnya, termasuk organisasi kemasyarakatan yang tampak masih belum memaksimalkan upaya penguatan dan pengembangan organisasi yang disinergikan dengan media online.

Agaknya, dalam jalinan kerja media online bersama dengan organisasi masyarakat ini, fungsi komunikasinya akan lebih dominan manfaatnya. Hanya saja sayangnya, tingkat kesadaran dan pemahaman pengurus organisasi belum melihat betapa penting dan perlunya peran media online sebagai sarana komunikasi yang mampu untuk menjembatani komunikasi yang mampet acap terputus dari atas ke bawah atau sebaliknya.

Padahal, sarana komunikasi apalagi informasi terlebih lagi publikasi dapat menjadi motor penggerak organisasi dari suatu pergerakan. Minimal sebagai sarana penggerak motivasi, maka keberadaan dari media online yang dapat dimaksimalkan peran dan fungsinya sungguh mampu mempercepat laju organisasi yang bersangkutan untuk berkiprah sesuai dengan bidang pilihannya.

Pemanfaatan media online sebagai sarana pendukung jika tidak bisa dikatakan sebagai garda terdepan dari upaya pengembangan laju organisasi, sungguh memiliki peluang yang sangat besar. Sebab dari ribuan jumlah media online yang bertumbuh dan terus tampil hingga berskala nasional kiprahnya meski keberadaannya di daerah, toh bendera yang telah mereka dikabarkan tidak sedikit yang dapat disebut berkelas nasional.

Potensi media sosial di Indonesia yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, tampaknya juga merundung lingkungan kampus atau kalangan akademis. Sehingga keberadaan media online dalam bentuk apapun belum mampu menembus sekat perguruan tinggi yang sepatutnya mengimplementasikan juga peran serta bentuk pengabdiannya yang nyata bagi masyarakat.

Minimal dengan adanya media sosial yang bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat, maka peranan lembaga pendidikan untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia dapat segera terwujud.(*)

 

Banten, 1 September 2023

Penulis : Jacob Ereste

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda