Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima oleh LSM Topan RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terungkap sejumlah kejanggalan dalam proses pergantian Komisaris BSB.
Ketua LSM Topan RI Provinsi Kepulauan Babel, Muhammad Zen bahkan mengendus ada dugaan campur tangan Pj Gubernur Safrizal terkait pergantian Komisaris BSB dari Ahmad Syarifullah Nizam kepada M. Haris.
“Kalau disebut pergantian Komisaris BSB diputuskan dalam RUPS LB, ya faktanya memang begitu. Namun prosesnya diduga ada campur tangan Pj Safrizal yang memaksa Ahmad Syarifullah Nizam mesti diganti dengan M. Haris. Ini fakta yang kita dapatkan di lapangan,” ungkap Zen.
Berdasarkan informasi yang diperoleh LSM Topan, lanjut Zen, sehari sebelum pelaksanaan RUPS LB yakni Selasa (5/3/2024) malam, Pj Gubernur Safrizal menggelar jamuan makan malam dengan seluruh pemegang saham yang berasal dari wilayah Babel di sebuah restoran di Jakarta.
“Jamuan makan malam ini dihadiri oleh para pemilik saham di wilayah Bangka Belitung. Semua hadir kecuali Bupati Bangka Tengah yang tidak hadir. Bocoran yang kita dapat, saat jamuan makan malam ini, Pj Gubernur Safrizal sudah merencanakan pergantian terhadap Ahmad Syarifullah Nizam dengan Haris. Jadi semuanya sudah terencana dengan rapi. Usulan pergantian komisaris ini kemudian dibahas keesokan harinya dalam RUPS LB,” bebernya.
Menurut Zen, RUPS LB pembahasan pergantian Komisaris BSB yang berlangsung tanggal 6 Maret di Hotel Fairmont Jakarta tersebut dipimpin oleh Pj Gubernur Safrizal.
“Kalau dibilang dia (Pj Gubernur) tidak terlibat, itu bohong. Sebab yang memimpin RUPS LB saat membahas dan memutuskan pergantian Komisaris BSB itu dipimpin oleh Pj Gubernur Safrizal sendiri,” ungkap Zen.
Masih menurut Zen, keputusan yang diambil dalam RUPS LB juga diduga dilakukan secara sepihak dan tak berimbang.
“RUPS LB yang dipimpin Pj Gubernur Safrizal tersebut didominasi oleh alumni STPDN. Mulai dari Pj Gubernur sendiri, Pj Walikota Pangkalpinang, Pj Bupati Bangka, Pj Bupati Belitung semuanya alumni STPDN. Sedangkan Bupati Bangka Barat dan Bangka Selatan saat itu sedang keluar karena ada acara lain. Yang all out membela dan mempertahankan Ahmad Syarifullah Nizam hanya Bupati Beltim dan Bupati Bangka Tengah. Tapi mereka kalah suara, 4 lawan 2,” kata Zen.