Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
ADVERTORIAL

Seni Berpantun Bangkit Kembali, Erzaldi Fasilitasi Pembentukan Wadah Kreatif di Bangka Belitung

Seni Berpantun Bangkit Kembali, Erzaldi Fasilitasi Pembentukan Wadah Kreatif di
Foto: BANGKA TENGAH, JOURNALARTA.Com – Bakal Calon Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam melestarikan…

BANGKA TENGAH, JOURNALARTA.Com – Bakal Calon Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam melestarikan adat dan budaya Melayu di Negeri Serumpun Sebalai. Hal ini dibuktikan melalui dukungannya terhadap pembentukan Komunitas Pemantun Babel dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Pendopo Rumah Erzaldi, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (24/8/2024) malam.

Menghidupkan Kembali Seni Berpantun di Babel

Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah pecinta seni verbal khususnya pantun yang tergabung dalam komunitas Sahabat Pemantun Bangka.

Pantun sendiri merupakan tradisi lisan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya melayu yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia termasuk Bangka Belitung.

Dalam kesempatan tersebut, Erzaldi mengungkapkan antusiasmenya untuk mendukung penuh terbentuknya Momunitas Pemantun di Babel.

Ia yakin, melalui wadah yang tepat, seni berpantun dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Saya mendukung sekali. Secara profesional, para pemantun Bangka sudah berhasil meraih juara hingga ke Malaka. Tinggal wadahnya saja yang harus kita siapkan,” ujar Erzaldi dengan penuh semangat.

Dukungan ini bukan hanya sebatas wacana, tetapi akan diwujudkan melalui berbagai program konkret yang bertujuan untuk mengembangkan dan memperdalam kemampuan berpantun para anggota komunitas.

Mempersiapkan Wadah dan Pelatihan Profesional

Erzaldi menyadari bahwa untuk mengembangkan potensi para pemantun diperlukan fasilitas dan pelatihan yang memadai.

Oleh karena itu, ia berencana menyiapkan wadah khusus bagi Pemantun Babel yang tidak hanya fokus pada seni berpantun, tetapi juga mengembangkan keterampilan lain yang relevan.

“Nanti kawan-kawan juga belajar menjadi Master Ceremony (MC). Karena secara paket, pemantun akan lebih menarik bila sekaligus berperan sebagai MC. Kami akan mewadahi semua untuk kawan-kawan belajar,” tambah Erzaldi, disambut dengan riuh tepuk tangan dari para pemantun yang hadir.

Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi para pemantun untuk berkontribusi dalam berbagai acara budaya dan formal, sekaligus meningkatkan profesionalisme dan daya saing mereka di tingkat nasional maupun internasional.

Pelatihan Gratis untuk 150 Peserta pada Oktober Mendatang

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda