BANGKA TENGAH, JOURNALARTA.Com – Kegiatan pemulangan Ade Sherly dan dua adiknya yang merupakan anak yatim kembali ke rumah mereka di Desa Terak Kabupaten Bangka Tengah merupakan langkah mulia yang diinisiasi oleh advokat se-Bangka Belitung, organisasi masyarakat Laskar Merah Putih (LMP), organisasi kemahasiswaan KAHMI, LSM Perlindungan Anak, serta tokoh masyarakat seperti Secarpiandi dan Bang Joni.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (21/9/2024) ini mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Terak, menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Namun sayangnya, kegiatan sosial yang semestinya dirayakan sebagai bentuk kepedulian ini malah dipolitisir oleh oknum masyarakat tertentu.
Mereka menuduh bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kampanye salah satu calon Bupati dan Gubernur.
Tuduhan ini memicu Badan Pengawas Pemilu Bangka Tengah (Bawaslu Bateng) untuk meminta keterangan dari Kades Terak, Suhaili yang akrab dipanggil Cili.
“Perlu saya tegaskan bahwa Pemdes Terak tidak pernah menghubungi siapapun dari paslon Gubernur maupun Calon Bupati. Kehadiran mereka adalah inisiatif sendiri sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap pemulangan anak yatim ini,” tegas Suhaili.
Kegiatan pemulangan tersebut sudah dipublikasikan oleh media online, menunjukkan dukungan masyarakat untuk anak-anak yatim.
Meskipun acara telah berakhir, kehadiran salah satu calon yang dikenal sebagai pak ER, dipandang tidak sesuai dengan konteks yang dituduhkan.
Suhaili menambahkan bahwa niat baik dari semua pihak tidak seharusnya disalahartikan.
“Kedatangan beliau saat itu tidak ada sambutan resmi. Beliau langsung berdialog dengan anak-anak dan memberikan bantuan perbaikan kamar mandi serta kebutuhan air bersih,” jelasnya.
Sementara itu, Purnomo SH yang mewakili tim advokat se-Babel dari Kantor Firma Hukum Hangga Off sangat menyayangkan sikap oknum masyarakat yang mempolitisir kegiatan ini.
Ia dengan tegas mengatakan bahwa ini adalah kegiatan murni untuk membantu ketiga anak yatim ini, tanpa ada unsur kampanye dari paslon manapun.
“Ini adalah kegiatan murni kami untuk ketiga anak yatim ini, bersama organisasi kemahasiswaan, ormas, dan LSM. Tidak ada unsur kampanye dari paslon manapun,” tegasnya.
