Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Menggali Makna Kotak Kosong: Diskusi Kritis untuk Perubahan di Pangkalpinang

Menggali Makna Kotak Kosong
Menggali Makna Kotak Kosong

PANGKALPINANG, JOURNALARTA.Com – Relawan Rumah Aspirasi Kotak Kosong Kota Pangkalpinang menggelar diskusi santai bertajuk “Diskusi Ruang Kosong”. Acara ini menghadirkan narasumber dari unsur akademisi, Ir. Fadillah Sabri, ST, M. Eng, IPM selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, dan Zamhari SE, MM, tokoh pemuda Bangka Belitung.

Diskusi santai ini dipandu oleh Muhamad Zen, Sekretaris Rumah Aspirasi Kotak Kosong Kota Pangkalpinang dan Ustadz Dede sebagai bintang tamu yang berlangsung di Tugu Kerito Surong, Kota Pangkalpinang, pada Sabtu malam, 5 Oktober 2024.

Antusiasme peserta terlihat jelas dalam diskusi yang mengusung tema “Fenomena Kotak Kosong di Kota Pangkalpinang: Siapa yang Salah?”. Moderator mampu mengarahkan diskusi sehingga kedua narasumber memberikan pesan bernilai bagi masyarakat.

Ketua Koordinator Rumah Aspirasi Kotak Kosong, Eka Mulya Putra menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang hadir. Ia menekankan bahwa banyaknya peserta menunjukkan keinginan masyarakat Pangkalpinang akan perubahan dan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif.

“Situasi politik di pilkada semakin panas, dan dukungan terhadap kotak kosong semakin meningkat, membuat paslon tunggal merasa terancam,” ujarnya.

“Kita akan mengukir sejarah yang akan dikenang oleh anak cucu kita nantinya bahwa di kota Pangkalpinang kotak kosong menang pada pilkada tahun 2024,” tambahnya.

Demikian halnya dengan Fadillah Sabri menegaskan bahwa pilkada adalah pilar demokrasi yang memberikan hak kepada masyarakat untuk memilih pemimpin.

“Kotak kosong merupakan simbol kebebasan eksistensial, di mana masyarakat berhak menolak pilihan yang tidak sesuai dengan aspirasi mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Zamhari menyoroti pentingnya gerakan moral dalam menghadapi fenomena kotak kosong, dengan menekankan bahwa sistem yang ada perlu diperjuangkan untuk perubahan di tingkat pusat. Ia mengingatkan bahwa situasi ini bukan hanya soal tingkat daerah, tetapi juga regulasi yang harus ditangani.

Pada sesi tanya jawab, Ahmad Subari atau Bang Acu mengkritik tindakan 30 anggota DPRD Kota Pangkalpinang yang memamerkan foto bersama paslon.

“Ini bisa berujung pada tindakan pidana,” tegasnya.

Bang Acu menilai hal ini sebagai bentuk kepanikan terhadap gerakan kotak kosong.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda