Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Oknum Wartawan Ngaku Dapat Kekerasan di Tambang Tembelok, Panitia Tambang : Bukan Dicekik Hanya Dipegang

Oknum Wartawan Ngaku Dapat Kekerasan di Tambang Tembelok, Panitia Tambang
Foto: BANGKA BARAT, JOURNALARTA.Com - Terkait adanya dugaan tindak kekerasan terhadap oknum wartawan bernama Andi (43) yang meminta cantingan timah kepada para…

Namun Andi masih tetap ngotot untuk membawa kabur timah ketempat lain karena baginya itu adalah hasil cantingan. Panitia kemudian mengatakan kepada Andi kalau timah Tembelok harus dibawa ke penimbangan Tembelok berdasarkan aturan yang telah disepakati sebelumnya.

“Intinya dia mau berlari, saya ini ngejar pakai boat, kemudian kami naik ke boat dia. Tapi dia ini selalu maksa untuk bawa timah ini ke lain, yang penting intinya timah itu dibawa kabur. Trus kami bilang, Inikan timah tembelok jadi harus dibawa ke penimbangan tembelok berdasarkan aturan yang telah disepakati sebelumnya,” jelasnya.

Setelah Andi tertangkap, SI langsung mematikan mesin boatnya dan terjadilah cek-cok serta debat diantara mereka karena tetap beralasan kalau timah itu adalah hasil nyanting, namun para panitia tetap tidak percaya karena telah memiliki bukti rekaman video.

“Saya matikan mesin boat itu, nah disitulah kami cekcok dan berdebat. Dia bilang alasannya nyanting tapi kami tidak percaya. Masak baru saja nyanting udah dapat segini. Sedangkan kami ada bukti rekaman video kalau timah dari ponton larinya ke dia,” terangnya.

Hasil Penggeledahan Ditemukan Dua Kampil Timah

Kemudian mereka pun melakukan penggeledahan dan ditemukan timah sebanyak 2 kampil. Kepada Andi yang sambil memvideokan mereka, SI mengatakan masak sebagai media melarikan hak masyarakat, karena 20 persen hasil timah itu adalah kompensasi untuk masyarakat yang harus dibayar.

“Setelah dilakukan penggeledahan, terbuktilah bahwa timah itu ada sebanyak 2 kampil. Timah itu sekitar 70 an kilo kurang lebih. Trus saya bilang, kamu kan media masak kamu ngelarikan hak masyarakat. Inikan ada hak masyarakat 20 persen. Nah disitu dia melakukan perekaman juga terhadap kami. Memvideo saya lah intinya, tapi saya tetep ngotot kalau timah ini harus dibawa ke penimbangan karena disitu ada kompensasi masyarakat yang harus dibayar,” ungkapnya.

Setelah itu, kata SI, Andi mereka suruh menggiring ponton-ponton tersebut ke pinggir. Sampai dipinggir, masyarakat sudah kumpul setelah mengetahui ada timah hasil tangkapan para panitia. Namun lagi-lagi Andi tetap bersikeras membela diri dengan mengatakan kalau itu adalah timah cantingan, yang akhirnya membuat masyarakat menjadi geram setelah mengetahui para panitia memiliki bukti berupa rekaman video.

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda