“Memang ada timah cantingan dia itu bang, cuma sekitar 3Kg dalam plastik. Karena kami ada bukti rekaman video, akhirnya masyarakat jadi geram,” jelasnya.
Tidak Ada Mencekik Leher, Hanya Dipegang
Dikatakan SI, karena masih saja mengelak meskipun sudah terbukti bersalah dan membuat masyarakat mulai dari Ibu-ibu, serta para panitia yang berada dilokasi menjadi semakin kesal, dan akhirnya salah satu panitia kampung memegang leher dan kerah baju Andi karena melakukan perekaman video.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kekerasan fisik terhadap Andi, hanya memegang leher dan kerah baju
“Mulai dari ibu-ibu, panitia, dan masyarakat sendiri pun kesal karena dia tetap ngelak. Sudah terbukti salah dia tetep ngelak. Akhirnya dia dipegang lehernya oleh panitia kampung karena dia melalukan pemvideoan. Ibu-ibu yang sedang ramai dilokasi menyalahkan dia, karena merasa dirugikan atas tindakan Pak Andi ini,” jelasnya.
“Saya meluruskan sedikit pemberitaan itu. Bukan dicekik tapi dipegang leher dan kerah bajunya. Intinya tidak ada kekerasan fisik terhadap Andi, hanya memegang leher dan kerah baju,” tegasnya.
Sementara itu JR, salah satu panitia tambang Tembelok lainnya yang ada dilokasi menambahkan bahwa sebelumnya sudah pernah menghimbau tidak boleh ada cantingan. Meskipun ada cantingan harus dibawa ke penimbangan dan tetap dibayar karena disitu ada hak masyarakat.
“Kemarin-kemarin kan kita juga sudah menghimbau bahwa tidak boleh ada cantingan. Kalaupun ada cantingan, tetap bawa ke penimbangan nanti dibayar, karena itu ada hak masyarakat. Kompensasi buat masyarakat,” ujarnya.
“Bahkan hari ini saat mulai kerja sudah disampaikan bahwa, untuk siapapun yang nyanting diatas ponton tidak diperbolehkan. Tapi dia (Andi_red) masih ngotot untuk nyanting dan bawak-bawak media,” tandasnya.(Tim)
