Jumat, 10 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Rosman Djohan Institut: Jembatan Menuju Pendidikan Berkualitas di Taiwan

Rosman Djohan Institut
Foto: PANGKALPINANG, JOURNALARTA.Com - Langkah ambisius untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rosman Djohan…

PANGKALPINANG, JOURNALARTA.Com – Langkah ambisius untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rosman Djohan Institut (RDI) baru-baru ini mengirimkan sekelompok pelajar terpilih untuk mengikuti program kuliah gratis di Hsingwu University, Taiwan. Keberangkatan pada 6 September 2024 merupakan bagian dari inisiatif untuk menciptakan generasi muda yang unggul dan profesional.

Dalam kunjungan ke Taiwan pada 21 Oktober 2024, Direktur RDI bidang promosi dan kerjasama, Nardi Pratomo mengungkapkan kebahagiaannya melihat para pelajar yang sudah tiba dan mulai beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Kami sangat senang melihat mereka, kami yakin mereka akan semakin hebat. Anak-anak muda Bangka Belitung lainnya harus segera menyusul untuk belajar di Taiwan, negeri yang sangat bersahabat dan siap mengorbitkan anda untuk menjadi hebat mendunia,” ujarnya kepada awak media.

Nardi mengungkapkan bahwa para pelajar asal Babel menunjukkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan ini. Mereka mengucapkan terima kasih kepada Bapak Erzaldi, yang berperan penting dalam kelancaran program ini.

“Mahasiswa Babel yang dikirim kuliah beasiswa di Taiwan sangat senang sekali. Mereka baru dua minggu tiba di Taiwan, dan sudah dapat pekerjaan. Beberapa dari mereka diterima bekerja di Novotel Hotel di bagian Front Office dan di tempat kerja lainnya,” tambahnya.

Namun, Nardi menekankan bahwa fokus utama para pelajar adalah menyelesaikan studi mereka. Kesempatan untuk bekerja paruh waktu memberikan mereka kebebasan finansial tanpa membebani orang tua.

“Saya terharu melihat anak-anak ini mandiri di negeri orang, semangat belajar dan bekerja. Saya yakin mereka akan sukses menjadi sarjana internasional dan profesional kelas dunia,” jelasnya.

Para pelajar yang berpartisipasi dalam program ini akan mendapatkan berbagai manfaat, termasuk menguasai bahasa Mandarin dan Inggris, membangun jejaring internasional, dan peluang kerja yang lebih mudah di perusahaan-perusahaan Taiwan.

Nardi menjelaskan bahwa mahasiswa yang bekerja paruh waktu bisa mendapatkan penghasilan antara 7 hingga 14 juta rupiah per bulan.

Salah satu mahasiswa, Santi Sundari berbagi pengalamannya selama tinggal di Taiwan. Ia mengaku terpesona oleh kemajuan teknologi di negara tersebut, salah satunya adalah penggunaan ‘Easy Card’ kartu serbaguna untuk berbagai transaksi seperti berbelanja, naik bus, dan MRT.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda